Pesan Kemenkes Untuk Jemaah Haji RI: Waspadai MERS dan Hindari Unta
Nasional
Haji 2022

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Budi Sylvana, menjelaskan MERS adalah subtipe dari virus corona. Virus ini pertama kali dilaporkan muncul di Arab Saudi pada tahun 2012 dan penularannya dicurigai melalui unta.

WowKeren - Jemaah asal Indonesia akhirnya dapat kembali menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini. Para jemaah haji asal Indonesia lantas diminta Kementerian Kesehatan untuk mewaspadai ancaman dua virus yang mungkin terjadi di Saudi, yakni COVID-19 dan MERS Covid.

"Ibu dan Bapak di Saudi akan bertemu saudara kembarnya Covid. Kalau Covid disebabkan virus corona, ada saudara kembarnya corona virus, namanya MERS Covid," papar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Budi Sylvana, dalam pembekalan pada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Rabu (8/6) malam.

Menurut Budi, MERS alias Middle East Respiratory Syndrome adalah subtipe dari virus corona. Virus ini pertama kali dilaporkan muncul di Arab Saudi pada tahun 2012 dan penularannya dicurigai melalui unta.

Kasus MERS memang sudah lama ada di Saudi dan belum pernah ditemukan di Indonesia. Meski demikian, Budi meminta jemaah haji untuk waspada karena banyaknya unta di Saudi. Ia mengingatkan bahwa salah satu pencegahan infeksi adalah dengan memakai masker dan menjauhi unta.



"Jadi saya pesan ke jemaah supaya pakai masker, fokus saja ibadah enggak usah lihat-lihat unta dulu. Hindari unta. Ingat MERS Covid belum hilang 100 persen, masih ada. Jadi sebaiknya dihindari," tegasnya. "Baik corona maupun MERS Covid, pencegahannya sama pakai masker, selain cuci tangan dan menjaga kebersihan. Jadi saya imbau di Saudi tetap pakai masker."

Adapun kebanyakan pasien MERS mengalami gangguan pernapasan akut yang parah dengan gejala demam, batuk, dan sesak. Sekitar 3-4 dari 10 pasien MERS dilaporkan meninggal dunia.

"Kan MERS Covid sama jemaah yang rentan, usia lanjut, punya penyakit komorbid, itu mudah terinfeksi. Sebaiknya kita sarankan fokus ibadah untuk melihat unta secara langsung hindari dulu deh," paparnya.

Selain itu, para PPIH juga diminta untuk tak lupa minum air dan tidak menunggu haus. Mengingat adanya perbedaan suhu yang sangat ekstrim di Arab Saudi, suhu yang tinggi disertai dengan kelembaban yang rendah. Dengan demikian, tidak hanya jemaah melainkan petugas juga rentan terserang dehidrasi.

Para petugas juga diingatkan untuk pandai dalam mengatur waktu istirahat. "Jangan sampai malah petugasi kita tumbang dan dirawat di KKHI," tutur Budi.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts