Plang Khilafatul Muslimin di Sukoharjo Diturunkan Polisi, Warga Disebut Telah Sampaikan Penolakan
Nasional

Plang nama tersebut diturunkan usai pihak kepolisian mendatangi kantor Khilafatul Muslimin di Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah dan melakukan audiensi dengan pengurusnya.

WowKeren - Plang dan spanduk ormas Khilafatul Muslimin di Sukoharjo, Jawa Tengah, diturunkan oleh polisi pada Kamis (9/6). Plang nama tersebut diturunkan usai pihak kepolisian mendatangi kantor Khilafatul Muslimin dan melakukan audiensi dengan pengurusnya.

"Ini tadi kami kemudian bertemu dengan pengurusnya, kemudian pengurusnya juga dengan sukarela menurunkan terkait dengan spanduk atau papan nama di wilayah ini," papar Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan.

Menurut Wahyu, pihaknya mendatangi kantor Khilafatul Muslimin untuk mengklarifikasi kegiatan ormas tersebut. Adapun Khilafatul Muslimin diduga melakukan kegiatan yang bisa membahayakan ideologi Pancasila.

Oleh sebab itu, pihak kepolisian merasa perlu melakukan klarifikasi terhadap pengurus. Wahyu menjelaskan bahwa klarifikasi itu dilakukan karena ada keresahan dan penolakan dari masyarakat terkait kegiatan Khilafatul Muslimin.


"Masyarakat sudah menyampaikan keberatan dan penolakannya. Bahkan akan melawan jika Khilafatul Muslimin tetap melakukan kegiatannya," tutur Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa menurut Undang-undang nomor 2 tahun 2022 Kepolisian Negara Republik Indonesia (RI) pasal 5 ayat 1 huruf B, Polri harus bisa menyelesaikan perselisihan warga. Sedangkan berdasarkan ayat 1 huruf D, kepolisian bertugas mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Di sisi lain, pihak kepolisian juga telah melakukan penggeladahan di Kantor Pusat Khilafatul Muslimin di Bandar Lampung pada Rabu (8/6) malam. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan, dari hasil penggeledahan ini ditemukan banyak buku dan dokumen. Namun, secara garis besar isinya berkaitan dengan Khilafah, NII, serta ISIS.

Namun Zulpan belum mengungkap detail jumlah dokumen dan buku yang ditemukan lantaran dokumen dan buku terkait tiga hal itu sangat banyak diperoleh. Oleh sebab itu, tim penyidik tengah memilah-milah dokumen dan buku yang ditemukan.

"Belum (dihitung), pokoknya banyak. Dia kan lagi dipilah-pilah itu tapi semua sudah dipilah, artinya terkait dengan tiga hal itu, NII, ISIS dan Khilafah," sambung Zulpan.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait