Tarif Masuk Pulau Komodo Naik Jadi Rp 3,75 Juta Mulai 1 Agustus, Pelaku Pariwisata Menolak
Pixabay
Nasional

Tarif masuk tersebut akan digunakan untuk biaya konservasi, biaya pemberdayaan masyarakat lokal, biaya peningkatan capacity building bagi pelaku pariwisata di kedua pulau, hingga biaya pemantauan dan keamanan.

WowKeren - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) menaikkan tarif masuk ke Pulau Komodo dan Pulau Padar di kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, menjadi Rp 3,75 juta per orang. Penetapan tarif masuk itu disebut telah melalui hasil kajian akademik para ahli lingkungan dari IPB Bogor dan Universitas Indonesia.

"Pemerintah NTT telah memutuskan untuk menetapkan tarif kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo dan Pulau Padar. Tarif itu mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2022," ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Sonny Z Libing, Senin (4/7).

Selain itu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo dan Pulau Padar juga akan dibatasi menjadi 200 ribu orang per tahun saja. Pasalnya, jumlah kunjungan yang selama ini mencapai 300 ribu hingga 400 ribu dinilai memiliki dampak negatif terhadap keberlangsungan ekosistem di kawasan wisata tersebut.

"Hasil kajian menunjukkan untuk menjaga kelangsungan hidup Komodo ini, jumlah kunjungan harus dibatasi," terangnya.


Adapun hasil kajian tersebut juga menunjukkan perlunya dana untuk membiayai konservasi di kedua pulau tersebut. Oleh sebab itu, ditetapkan tarif masuk mencapai Rp 3,75 juta per orang. Tarif masuk tersebut akan digunakan untuk biaya konservasi, biaya pemberdayaan masyarakat lokal, biaya peningkatan capacity building bagi pelaku pariwisata di kedua pulau, hingga biaya pemantauan dan keamanan.

Di sisi lain, rencana kenaikan tarif masuk dari Rp 150 ribu menjadi Rp 3,75 juta itu ditolak oleh para pelaku pariwisata yang tergabung dalam beberapa asosiasi di Labuan Bajo. "Kami tegaskan wacana ini. Kebijakan ini kita tolak tanpa kompromi," tegas Ketua Pelaksana Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Manggarai Raya Donatus Matur.

Menurutnya, pariwisata Labuan Bajo sedang berada dalam proses pemulihan pasca pandemi COVID-19. Situasi yang belum normal dan ditambah dengan kenaikan tarif masuk dinilai akan menghancurkan pariwisata lokal.

Para pelaku pariwisata dari 14 asosiasi menilai bahwa kenaikan tarif masuk ke Pulau Komodo dan Pulau Pandar akan membuat aksesnya hanya terjangkau oleh pasar menengah ke atas. Sedangkan saat ini masih belum ada survei terkait besaran wisatawan dari segmen menengah ke atas.

Oleh sebab itu, kebijakan anyar tersebut dinilai akan berdampak pada penurunan jumlah kunjungan wisatawan atau pembatalan reservasi calon klien. Mereka juga berargumen bawha tidak ada penelitian yang menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan berdampak pada penurunan jumlah komodo.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts