Dalam video yang beredar, remaja berinisial R tersebut tampak memakai baju dan celana merah serta kedua kakinya dirantai. Tali hitam tampak terlilit di bagian leher dan kepalanya.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 23 Juli 2022 - 11:21 WIB
WowKeren - Media sosial sempat dihebohkan oleh remaja laki-laki berinisial R di Bekasi, Jawa Barat, yang diduga disiksa oleh orangtuanya. R disebut sempat kabur dari rumah dengan cara mengesot karena kedua kakinya dirantai.
Dalam video yang beredar, R tampak memakai baju dan celana merah serta kedua kakinya dirantai. Tali hitam tampak terlilit di bagian leher dan kepalanya.
"Itu kakinya kenapa dirantai gitu?" tanya sang perekam video. "Digembok," jawab R.
Kata ditanya siapa yang menggembok kakinya, R menjawab, "Bunda". Remaja berusia 15 tahun tersebut tampak kurus untuk ukuran anak seusianya.
Usai menerima laporan warga, pihak kepolisian disebut segera menangkap dan memeriksa kedua orangtua R, yakni PS selaku ayah kandung dan AR yang merupakan ibu tiri. Menurut Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki, kejadian itu pertama kali dilaporkan pada Selasa (19/7) lalu.
"Info masyarakat sudah ditindaklanjuti oleh lurah, babinsa, babinkamtibmas, serta RT/RW setempat dengan menjumpai orang tuanya," ungkap Hengki pada Jumat (22/7).
Menurut Hengki, R disepakati untuk dibawa ke panti asuhan usai menjalani pemeriksaan kesehatan. Hengki mengatakan bahwa pihaknya kini masih mendalami motif orangtua R memasang rantai di kaki anak laki-laki tersebut.
"Ada barang bukti yang diamankan seperti rantai dan sebagainya. Untuk mengetahui motif dan sebagainya akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu," katanya.
Kekinian, polisi telah menerima hasil visum R. Hasilnya, R mengalami luka memar di pergelangan kaki dan tangannya.
"Dari hasil visum dilihat adanya luka memar di pergelangan kaki dan pergelangan tangan dari korban," ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Ivan Adhitya. "Terdapat luka lebam di sekitar pergelangan kakinya, mungkin akibat dari rantai yang diikat oleh orang tuanya dan di pergelangan tangan sebelah kiri."
Meski begitu, pihak kepolisian masih belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Hingga kini, kedua orangtua korban masih berstatus sebagai saksi.
(wk/Bert)