Bocah 9 Tahun di Ciamis Tewas Diduga Karena Ponsel Meledak, Ini Analisis Pakar
Unsplash/Psk Slayer
Nasional

Insiden tragis itu terjadi di rumah korban di Desa Kiarapayung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Rabu (3/8) siang. Pada saat kejadian, ibu korban sedang keluar rumah untuk membeli makan.

WowKeren - Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun dilaporkan tewas usai ponsel yang dimainkannya meledak. Insiden tragis itu terjadi di rumah korban di Desa Kiarapayung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Rabu (3/8) siang.

Kepala Desa Kiarapayung, Dedi, mengungkapkan bahwa pada hari Rabu, korban pulang sekolah pukul 14.00. Kala itu, ibu korban sedang keluar rumah untuk membeli makanan.

Korban diduga langsung memainkan ponsel kala ibunya sedang pergi. Ponsel tersebut dimainkannya sembari masih mengisi daya alias di-charge. Sang ibu lantas kaget kala mendapati putrinya tak sadarkan diri dalam posisi telungkup.

"Saat ibu korban pulang, korban ditemukan meninggal dunia," ungkap Dedi, Kamis (4/8). "Posisinya tertelungkup."

Adapun korban diduga tertidur kala memainkan ponsel. Sedangkan ponsel itu diduga meledak karena ada luka bakar di dada dan leher sebelah kanan korban.

Kala sang ibu tiba di lokasi kejadian, posisi charger ponsel masih berada di colokan listrik. Tak ada bekas terbakar pada charger ataupun kabelnya.


"Casan secara fisik masih bagus. Namun, baterai hape sudah terlepas dari hape. Kondisinya cembung," paparnya.

Di sisi lain, Kepala Pusat Mikroelektronika Institut Teknologi Bandung (ITB) Adi Indrayanto sempat memberikan analisanya terkait kasus tersebut. Menurutnya, insiden itu terjadi akibat adanya kebocoran pada baterai ponsel yang digunakan.

"Itu bukan meledak sebenarnya. Baterainya kan kembung, kalau baterai kembung itu ada kebocoran harusnya enggak boleh dipakai," ungkapnya dilansir detikJabar. "Biasanya kalau baterai kembung itu udah lama atau baterai bekas. Untuk baterai kembung itu kalau di-charge makin kembung."

Adi menilai baterai yang telah kembung dan terus di-charge itu membuatnya bisa menekan komponen lain dalam ponsel seperti motherboard dan LCD. Karena terus tertekan, tutur Adi, komponen di ponsel itu akan pecah.

"Nah, kalau kembung kan pasti nekan ke motherboard sama LCD kan, jadi pecah, enggak meledak kayak petasan," tuturnya. "LCD pecah kan sirkuitnya sama motherboard-nya itu korslet dan terjadi terbakar ya, tapi enggak meledak kayak bom gitu."

Selain itu, Adi juga posisi korban yang dikabarkan telungkup menindih ponsel. Adi menilai hal tersebut membuat korban meninggal dunia dan mengalami luka bakar di bagian dada.

"Kayaknya posisinya ini terjadi pada saat dia (korban) ketiduran tertelungkup. Makanya harus lihat hasil polisi dulu. Kalau lihat ceritanya kan tertelungkup dan HP di bawah badan, jadi bisa jadi ketiduran," tukasnya. "Kalau enggak ketiduran, pasti kaget dong dia lagi main tiba-tiba LCD pecah refleks melempar HP."

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts