Pemkab Blitar Resmi Cabut Izin Padepokan Gus Samsudin
Instagram/gus_samsudin_jadab
Nasional

Sebelum akhirnya Pemkab Blitar mencabut izin padepokan Gus Samsudin, sempat didemo oleh masyarakat. Dalam memutuskan hal ini, Pemkab Blitar mempertimbangkan sejumlah hal terkait.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, publik ramai memperbincangkan salah seorang yang diketahui merupakan praktisi ilmu supranatural Gus Samsudin. Gus Samsudin diketahui memiliki sebuah padepokan bernama Nur Dzat Sejati di Blitar, Jawa Timur.

Namun kini, padepokan milik Gus Samsudin itu telah resmi ditutup usai Pemkab Blitar mencabut izin padepokan yang berlokasi di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan tersebut. Pencabutan ini diketahui dilakukan usai melakukan peninjauan ulang, yang mana ditemukan ketidaksesuaian antara izin dengan kegiatan di lokasi.

Wakil Bupati Blitar Rahmad Santoso mengatakan bahwa izinnya hanya untuk pijat tradisional yang didapat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) pada tahun 2021 lalu. "Karena Dinkes sudah mencabut izin, kami yang di atasnya otomatis juga mencabut izin itu," tutur Rahmad dalam keterangannya, Selasa (9/8).

Lebih lanjut, Rahmad menerangkan bahwa padepokan Gus Samsudin itu juga ditutup berdasarkan dari hasil rapat bersama Forkopimda Blitar. Dengan begitu, artinya sudah tidak boleh lagi ada kegiatan apapun, termasuk praktik pengobatan dan majelis taklim.


Meski begitu, Rahmad menerangkan bahwa padepokan milik Gus Samsudin bisa kembali beroperasi, dengan syarat telah memenuhi seluruh izin yang dibutuhkan. Adapun izin yang dimaksud tidak hanya praktik pijat tradisional, melainkan juga izin kegiatan majelis taklim.

"Karena mereka tidak memiliki izin kegiatan menyerupai pondok pesantren dan izin majelis taklim sesuai dengan PMA nomor 29 tahun 2019 tentang majelis taklim dan PMA nomor 30 tahun 2020 tentang pendirian penyelenggaraan pesantren," jelas Rahmad.

Terkait dengan pencabutan izin tersebut, Kuasa Hukum Gus Samsudin, Priarno mengaku sudah menerima informasi tersebut. Ia kemudian mengatakan bahwa kliennya itu akan segera mengurus izin yang diperlukan agar padepokannya bisa kembali beroperasi.

"Kami akan menindaklanjuti karena dalam hasil assessment ini salah satu klausulnya pemerintah membuka ruang untuk mengurus izin, ini yang akan kami tindaklanjuti," jelas Priarno.

Seperti yang diketahui, Gus Samsudin menjadi sorotan publik salah satunya lantaran berseteru dengan Marcel Radhival Pesulap Merah belakangan ini. Sebelum akhirnya ditutup, padepokan Gus Samsuddin sempat didemo masyarakat lantaran diduga menjadi praktik penipuan dengan trik sulap.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts