Anak SD Tewas Ditusuk Paman Sendiri Saat KBM di Kelas, Sempat Minta Diselamatkan
Unsplash/Bayu Syaits
Nasional

Paman di Deli Serdang tega membunuh keponakannya sendiri yang saat itu sedang belajar di kelas. Guru korban pun pingsan setelah dengar rintihan minta tolong dari muridnya itu.

WowKeren - Entah apa yang ada di pikiran seorang pria di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Ia dengan tega menikam keponakannya sendiri SRB, yang masih berusia 10 tahun hingga tewas. Tragisnya lagi, peristiwa itu dilakukan di sekolah korban dan disaksikan oleh guru dan teman sekelasnya.

Teman-teman sekelas SRB dan guru yang saat itu tengah melaksanakan KBM (kegiatan belajar mengajar) pun histeris. Bahkan sang guru juga pingsan setelah melihat anak didiknya dibunuh di depan matanya sendiri.

Melansir Tribunnews.com, lokasi kejadian berada di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Saat itu para siswa sedang melaksanakan kegiatan membaca surat-surat pendel Al Quran sebelum pelajaran dimulai.

Pelaku datang ke sekolah sekitar pukul 07.30 WIB dan langsung memasuki kelas korban. Pelaku pun langsung menghampiri tempat duduk korban sambil meneriakkan kalimat 'Mati kau'. Pelaku lalu menusukkan pisau ke tubuh korban dan melarikan diri.

Situasi kelas pun langsung dipenuhui teriakan histeris teman-teman korban. Sementara sang guru berakhir pingsan setelah mendengar rintihan minta tolong yang sempat diucapkan korban.

"Guru saat itu pingsan karena anak ini sempat bilang tolong aku bu," ungkap Samsuar Sinaga selaku Kabid SD Dinas Pendidikan Deli Serdang.


Samsuar menjelaskan bahwa pelaku datang ke sekolah korban dengan menggunakan sepeda motor. Ia kemudian masuk ke kelas korban melalui pintu belakang.

Dinas Pendidikan Deli Serdang pun menaruh perhatian serius akan peristiwa mengerikan yang disaksikan anak-anak tersebut. Karena itu, Samsuar meminta pihak sekolah untuk meliburkan teman-teman korban yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Sementara itu, ruang kelas yang jadi TKP pun kini sudah dipasangi dengan garis polisi dan tidak bisa digunakan dalam beberapa waktu ke depan. Selain itu, sekolah-sekolah lain juga diminta untuk meningkatkan pengamanan tempat mereka sebagai tindakan preventif.

"Sehingga kami mengimbau satuan pendidikan lain, turut memperketat keamanan, dan bisa memakai jasa penjaga sekolah atau satpam," ujar Samsuar.

Sayangnya hingga kini motif penyerangan yang dilakukan pelaku masih belum terungkap. Pasalnya, pelaku juga masih dalam pengejaran pihak berwajib.

"Kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku, doakan cepat tertangkap," pungkas Kapolsek Sunggal, Kompol Chandra Yudha Pranata, mengutip Kompas.com. "Apa motifnya setelah pelaku ditangkap baru akan ketahuan."

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts