BLACKPINK telah menjelma sebagai salah satu grup K-Pop papan atas yang diidolakan dan diperhitungkan secara global. Namun, kesuksesan tersebut rupanya juga dibangun dengan banyak kesulitan dan air mata.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 07 September 2022 - 14:07 WIB
WowKeren - Prestasi, kesuksesan, popularitas hingga kekayaan, semua tampaknya telah dimiliki BLACKPINK dan masing-masing membernya. Visual top dan bakat tak terbendung yang mereka tampilkan membuat BLACKPINK banyak dicinta. Tak hanya itu, BLACKPINK juga dihormati dan dihargai karena semangat dan cinta yang mereka curahkan untuk karya mereka.
Namun di balik semua kejayaan yang mereka raih saat ini, BLACKPINK nyatanya juga telah melalui banyak kesulitan dan air mata. Selain perjuangan sebelum debut, para member juga harus bekerja keras untuk memberikan koreografi, penampilan vokal serta penampilan panggung terbaik di setiap karya.
Salah satunya saat BLACKPINK baru-baru iniberpartisipasi dalam MTV VMA 2022, dan menampilkan single pra-rilis mereka "Pink Venom". Grup ini tampil sekeras sebelumnya, tetapi penggemar menyadari bahwa bahkan sebelum panggung, Rosé masih meninjau koreografi untuk membuat segalanya sempurna. Akibatnya, idola wanita tersebut menerima pujian atas dedikasinya terhadap penampilan tersebut.
Sementara itu, di MV “Pink Venom”, Jisoo mendapat shot memainkan alat musik tradisional Korea Geomungo selama 12 detik. Meskipun ini hanya sebagian kecil dari video, Jisoo masih berlatih keras memainkan alat musik dengan rajin, memicu pujian dan rasa hormat dari sang instruktur.
"Saya tidak tahu apakah dia murid yang baik di masa lalu, tetapi kecepatan belajarnya benar-benar mencengangkan. Saat syuting, sutradara akan menambahkan atau mengambil adegan secara tiba-tiba, tetapi Jisoo tidak pernah gagal, dan malah mengeksekusi semuanya dengan sempurna tanpa kesulitan sama sekali. Bagi saya, dia benar-benar jenius," ungkap instruktur tersebut.
Untuk Jennie, ia kerap dijuluki "YG's Princess" di awal debut BLACKPINK karena cara dia menonjol dari grup. Di balik glamornya di atas panggung, Jennie harus menanggung banyak komentar jahat hingga pernah berkata ingin membuang ponselnya ke laut dan menghilang karena tekanan yang dialaminya. Untungnya, berkat dukungan penggemar yang tiada henti dan cinta Jennie atas apa yang dia lakukan, dia telah tumbuh lebih kuat dan bersinar lebih terang.
Padahal kerja keras Jennie juga tak kalah dari para member yang lain dalam grup. Bahkan di beberapa kesempatan Jennie terciduk tetap melakukan performance meski tengah menderita cidera.
Lisa tentu harus melakukan perjuangan ekstra dan menghadapi tekanan esktra sebagai satu-satunya member asing di BLACKPINK. Bahkan untuk cepat fasih berbahasa Korea, Lisa dilarang menggunakan bahasa Inggris saat berkomunikasi dengan orang-orang di perusahannya, YG Entertainment. Selama trainee, Lisa juga mempertahankan kebiasaan berlatih sampai jam 4 pagi. Untuk menjadi fasih berbahasa Korea.
(wk/amel)