Status Kontrak BLACKPINK Belum Jelas, Berita tentang Lisa Sebabkan Harga Saham YG Turun
Twitter/BLACKPINK
Musik

Harga saham YG berfluktuasi setiap kali ada isu terkait perpanjangan kontrak anggota BLACKPINK. Kontrak eksklusif girl grup beranggotakan 4 orang itu dengan YG Entertainment berakhir pada Agustus.

WowKeren - Dengan kabar pembaruan kontrak antara HYBE dan Big Hit Music dan seluruh member BTS, forum diskusi saham YG Entertainment dipenuhi rasa iri dan keluhan. Kekhawatiran pemegang saham YG semakin mendalam terkiat status kontrak para member BLACKPINK.

Menurut Korea Exchange pada Kamis (21/9), harga saham YG Entertainment saat ini diperdagangkan pada 76.300 won (sekitar Rp 876 ribu), turun 4,01% dari hari sebelumnya. Harga saham YG melonjak hingga 97.000 won (sekitar Rp 1,11 juta) pada akhir Mei, namun akhir-akhir ini, harga sahamnya kesulitan bahkan untuk mempertahankan angka 80.000 won (sekitar Rp 918 ribu).

Harga saham YG berfluktuasi setiap kali ada isu terkait perpanjangan kontrak anggota BLACKPINK. Kontrak eksklusif girl grup beranggotakan 4 orang tersebut dengan YG Entertainment berakhir pada Agustus.

Yang menjadi pusat perdebatan adalah Lisa. Kekhawatiran muncul bahwa lamanya masa tinggal idol kelahiran 1997 itu di Thailand mungkin menandakan penolakannya untuk memperbarui kontrak. Setiap kali rumor kencannya muncul, harga saham YG anjlok.

Pada 15 September, media Thailand melaporkan bahwa Lisa terlihat bersama Frederic Arnault, CEO merek jam tangan mewah TAG Heuer dan putra keempat ketua LVMH, di Bangkok. Pada hari yang sama, rumor beredar bahwa "Lisa baru-baru ini ditawari kontrak senilai sekitar 50 miliar KRW (sekitar Rp 579 miliar) oleh YG tapi dia menolaknya." Harga saham YG turun hampir 3% pada hari itu, dan pada satu titik, harganya turun lebih dari 10%.


Pada 12 Juli, beberapa media memberitakan rumor kencan antara Lisa dan Frederic Arnault. Harga saham YG turun 9,13% dari 12 September ketika rumor kencan diberitakan secara luas hingga 14 September. Laporan juga menyatakan bahwa "di antara member BLACKPINK, hanya perpanjangan kontrak Lisa yang tidak pasti," yang selanjutnya memicu penurunan harga saham.

Meski sudah lebih dari sebulan berlalu sejak kontrak eksklusif BLACKPINK berakhir, masih belum ada kabar perpanjangan kontrak. YG juga belum mengeluarkan pernyataan resmi apa pun. Investor pun semakin lelah.

Di forum diskusi, terdapat perbedaan pendapat seperti "HYBE adalah sebuah pesta, sedangkan YG adalah sebuah kelaparan", "YG tidak menunjukkan pertimbangan terhadap pemegang saham", "Aku menjual semuanya karena kecemasan", dan "Aku yakin Lisa pasti akan memperbarui kontraknya" muncul.

Di sisi lain, para analis menyarankan bahwa jika YG berada dalam fase di mana struktur yang berpusat di sekitar BLACKPINK sedang diselesaikan, maka YG tidak boleh terlalu terpaku pada masalah pembaruan kontrak grup tersebut.

Lee Hwajung, peneliti di KB Securities, mengatakan, "Meskipun ketidakpastian mengenai pembaruan kontrak BLACKPINK masih ada, harga saham YG sebagian besar telah mencerminkan hal ini. Daripada mengandalkan penandatanganan kembali BLACKPINK, tampaknya perlu untuk memperhatikan momentum pertumbuhan grup lain. TREASURE telah membuktikan momentum pertumbuhan mereka dengan menjual 1,7 juta copy album debut, dan BABYMONSTER telah mendapatkan basis penggemar yang kuat sebelum debut mereka."

Kwon Choijong, seorang peneliti di Hana Financial Investment, mengatakan, "Saat BABYMONSTER menandai comeback Yang Hyunsuk dan TREASURE juga memperluas fandom global mereka, profitabilitas YG untuk paruh kedua tahun ini diperkirakan akan terlindungi bahkan selama periode tidak aktif BLACKPINK."

(wk/dewi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait