PLAVE baru saja merayakan anniversary yang disusul dengan pengumuman agensi berupa perkembangan hukum puluhan ribu laporan terkait tindak kejahatan terhadap para member. Haters dan pelaku doxxing member PLAVE sudah dipolisikan agensi.
- Intan Maharani
- Rabu, 13 Maret 2024 - 11:05 WIB
WowKeren - Dalam rangka ulang tahun pertama PLAVE, agensi mengumumkan perlindungan hukum terhadap para member. VLAST mengabarkan bahwa para penyebar berita palsu, pengirim ujaran kebencian, hingga pelaku doxxing atau penyebar identitas tanpa izin, sudah dipolisikan.
Pada Selasa (12/3), PLAVE melalui agensi mengungkap perkembangan hukum terkait situasi yang merugikan grup 2D tersebut. Meskipun mereka tampil dengan konsep animasi, para member tetaplah manusia yang haknya perlu dilindungi.
“Agensi kami, VLAST, terus memantau komentar jahat yang ditujukan kepada member PLAVE, termasuk fitnah, pencemaran nama baik, dan pengungkapan informasi pribadi artis tanpa izin, serta menyebarkan rumor tidak berdasar tentang agensi,” buka VLAST.
Agensi ingin menyampaikan kepada para penggemar tentang tindakan hukum untuk melindungi PLAVE. Saat ini, mereka sedang meninjau situasi yang ada.
“Kami ingin memberi tahu anda bahwa kami dengan cermat meninjau masalah yang dilaporkan oleh penggemar dan mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap mereka,” ungkap agensi.
Setelah mengumpulkan puluhan ribu kasus, agensi melaporkan perkembangannya di pengadilan. Mereka mengajukan laporan baik secara pidana maupun perdata. Dengan demikian, agensi bisa meminta kompensasi apabila PLAVE dirugikan secara finansial.
“Kami secara aktif mengambil tindakan hukum terhadap aktivitas online berbahaya yang menargetkan PLAVE. Kami telah meninjau sekitar 20.000 kasus yang dilaporkan dan bukti yang dikumpulkan oleh para penggemar dan agensi, dan telah menyelesaikan tuntutan pidana untuk sekitar 30 kasus yang dianggap dapat dituntut pada November 2023,” terang mereka.
Agensi kemudian melanjutkan, “Tindakan hukum juga telah dimulai terhadap individu yang menyebarkan rumor tidak berdasar tentang PLAVE dan perusahaan kami di Twitter (X).”
Lebih lanjut, VLAST juga sudah mengantongi informasi dari Kantor Polisi Mapo terkait semua laporan yang mereka ajukan. Mereka telah mempunyai alamat IP dan sedang dalam proses mengidentifikasi tersangka. Untuk sementara, agensi hanya bisa mengungkap informasi tersebut.
“Kami telah menuntut hukuman yang tegas berdasarkan kebijakan tanpa toleransi terhadap para tersangka, dan setelah tuntutan pidana, kami akan dengan tegas melakukan semua proses hukum, termasuk tuntutan ganti rugi perdata. Agensi kami juga akan secara konsisten menerapkan kebijakan ini pada semua insiden di masa mendatang,” terang mereka.
Tentang laporan dari fans, VLAST mengaku sangat menghargai itu dan merasa terbantu. Maka dari itu, agensi bertekad untuk melindungi artisnya dengan lebih baik.
“Kami selalu berterima kasih atas cinta dan dukungan yang terus menerus dari para penggemar, dan kami akan terus berusaha membalasnya dengan komitmen yang lebih besar lagi di masa depan,” tutup agensi.
Mengenai langkah VLAST, penggemar memberikan reaksi antusias. Mereka sangat senang karena ulang tahun pertama PLAVE diwarnai dengan tindakan hukum yang berpotensi merugikan para member.
"Kasus pidana -> kasus perdata, klaim dan kompensasi. Orang tidak akan bisa angkat tangan lagi. Sebagai penggemar grup lain, saya mendukung ini," kata salah satu netizen. "Mereka memberikan hadiah ulang tahun ke-1 kepada para haters, mereka akan mengajukan gugatan perdata," sahut netizen lain.
"Sungguh, ini adalah hadiah yang sangat besar untuk ulang tahun pertama ㅋㅋhahahaha. ini adalah hadiah untuk semua PDF yang kami kirim, setelah kasus pidana, kemudian datang ke urusan perdata dan kompensasi haha. Sangat menyentuh untuk dibaca," komentar seorang netizen.
(wk/inta)