Min Hee Jin memberikan klarifikasi usai chat KakaoTalk yang isinya menjelek-jelekkan NewJeans bocor ke publik. CEO ADOR itu menggelar konferensi pers kedua setelah menang gugatan terhadap HYBE.
- Intan Maharani
- Jumat, 31 Mei 2024 - 20:16 WIB
WowKeren - Sebelum menggelar konferensi pers, Min Hee Jin sempat dibocorkan telah menjelek-jelekkan member NewJeans lewat sebuah chat KakaoTalk (KKT). Saat dimintai klarifikasi, CEO ADOR itu menganggap kebocoran chat-nya bukan hal penting.
Pada Jumat (31/5/2024), CEO Min menggelar konferensi pers kedua setelah tuntutannya dikabulkan oleh pengadilan. Karenanya, posisi CEO Min di agensi tetaplah aman dan HYBE tidak bisa begitu saja memecatnya.
Di antara banyak pertanyaan, chat bocor soal CEO Min menjelek-jelekkan NewJeans pun diangat. Dengan gaya yang lebih santai daripada saat preskon pertama pada 25 lalu, ia memberikan klarifikasi.
"Untuk menjelaskan hal ini akan memakan waktu lama. Sejujurnya, aku hampir tidak ingat isinya. Apakah kamu ingat obrolan KakaoTalk Anda dari 3 tahun yang lalu?" kata CEO Min.
Soal chat yang bocor, CEO Min mengaku tidak mengingat pernah berkata demikian. Ia cenderung memberikan jawaban teka-teki alih-alih menunjukkan posisi yang lugas.
"Aku tidak bisa mengingat percakapan itu. Ketika aku melihat isinya, saya pikir, 'Apakah aku benar-benar mengatakan itu?'," imbuhnya,
CEO Min berpendapat, bahwa masalah chat yang bocor tidak penting dan mempengaruhi apa pun. Apalagi, ia tidak pernah mendengar para member NewJeans membicarakan tentang chat tersebut.
"Ini bukan masalah penting dan isinya tidak signifikan. Member NewJeans tidak menghubungiku entang obrolan ini," ungkapnya.
Menyiratkan bahwa tidak mudah dalam mengubah opini publik, CEO Min menambahkan, "Mereka mengulurkan tangan karena mereka tahu aku terluka, bukan karena dugaan buruk. Menyebutkan Newjeans bukanlah upaya untuk mempengaruhi opini publik."
Pada Kamis (30/5/2024), Dewan Resolusi Sipil No. 50 Pengadilan Distrik Pusat Seoul memutuskan untuk menyetujui permohonan CEO ADOR Min Hee Jin untuk melarang HYBE mengeluarkan hak suara dalam rapat pemegang saham mendatang.
Setelah meninjau argumen dan dokumen yang diajukan HYBE, pengadilan tidak bisa mengabulkan tuntutan untuk memecat CEO Min. Hal ini dikarenakan pengadilan tidak bisa mendapatkan bukti yang kuat dari HYBE untuk bisa menendang CEO Min dari label.
Selain itu, pengadilan memutuskan bahwa HYBE harus memberikan 20 miliar won (sekitar Rp236 miliar) jika ingin memecat CEO Min. Uang ini sebagai bentuk kompensasi dari HYBE kepada CEO Min, berdasarkan kontraknya.
(wk/inta)