Fans membela Jennie karena yakin bahwa perangkat yang dipegang sang idol bukanlah vape. Penggemar menyebut sang idol memakai diffuser yang mengandung manfaat kesehatan.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Selasa, 09 Juli 2024 - 12:51 WIB
WowKeren - Jennie kini sedang menuai kontroversi karena diduga menggunakan vape di dalam ruangan. Sebelumnya, vlog terbaru member BLACKPINK itu memperlihatkan Jennie sedang perangkat kecil berwarna hitam yang diduga sebagai vape.
Idol kelahiran tahun 1996 itu lantas menghisap dan menghembuskan asap dari perangkat tersebut. Setelah dicari, warganet akhirnya menemukan merek vape yang diduga digunakan oleh Jennie yang rupanya adalah JUUL.
Merek vape JUUL ini sempat dianggap bermasalah karena diklaim membuat anak-anak di bawah umur menjadi ketagihan. Pada 2023, salah satu negara bagian di Amerika bahkan menggungat produsen karena dianggap melakukan marketing agresif yang berbahaya bagi anak.
Di sisi lain, penggemar sempat membela Jennie karena yakin bahwa perangkat yang dipegang sang idol bukanlah vape. Penggemar menyebut sang idol memakai diffuser yang konon mengandung manfaat kesehatan dan vitamin.
Meski begitu, seorang netizen mengaku sudah melaporkan diduga perbuatan Jennie itu ke Kedutaan Besar Republik Korea di Italia. Netizen itu mengungkap, "Aku sudah meminta penyelidikan melalui petisi ke Kedutaan Besar Korea di Italia."
Jika nantinya terbukti memang benar merokok di dalam ruangan, Jennie juga bisa saja mendapatkan hukuman dari pemerintah Italia. Pasalnya, pemerintah Italia telah memberlakukan larangan merokok di dalam ruangan sejak Januari 2005.
Mereka yang ketahuan merokok di tempat umum dalam ruangan akan dikenakan denda hingga 250 euro (sekitar Rp4,4 juta) per batang rokok. Dendanya bisa berlipat ganda jika merokok dilakukan di depan ibu hamil atau anak-anak.
Sementara itu, agensi Jennie yakni ODD ATELIER sudah buka suara lewat media setempat, Newsen pada Selasa (9/7). ODD ATELIER menyatakan, "Jennie saat ini masih berada di Amerika. Kami sedang dalam proses memverifikasi fakta mengenai kontroversi tersebut."
(wk/amal)