Skandal merokok Jennie BLACKPINK di dalam ruangan acara fashion di Italia telah memicu gelombang reaksi dari berbagai kalangan. Kontroversi ini membuat seorang yang mengaku staf pasang badan.
- Intan Maharani
- Kamis, 11 Juli 2024 - 08:53 WIB
WowKeren - Belakangan ini, Jennie BLACKPINK menjadi sorotan netizen setelah tertangkap kamera merokok di dalam ruangan. Kritik dan spekulasi meramaikan pemberitaan ini, membawa perhatian publik tidak hanya pada tindakan Jennie, tetapi juga pada aturan dan hukum yang berlaku di Italia.
Sebuah video yang dirilis di kanal YouTube resminya menunjukkan Jennie sedang menghisap vape atau rokok elektrik di sela-sela acara fashion show Jacquemus di Capri, Italia. Dengan cepat, video itu menjadi viral dan membuat Jennie menjadi buah bibir penggemar hingga non fans.
Baru-baru ini, muncul pernyataan dari seorang netizen(A) yang mengklaim dirinya sebagai staf yang hadir di tempat kejadian perkara (TKP). Dalam kasus ini, A membela Jennie bahwa tempat itu tidak ada larangan merokok.
"Tempat yang diperlihatkan dalam video adalah area tunggu untuk fashion show Jacquemus, dan itu bukan tempat dimana merokok di dalam ruangan dilarang. Ketika ditanya apakah dia bisa merokok, dia membuka jendela tepat di sebelahnya dan mulai merokok," ungkap A.
Lebih lanjut, staf tersebut menambah, "Selama staf mencari produk bibir, Jennie menghirup bubble stick dari sebuah toko serba ada. Hanya waktu yang tepat untuk mengeluarkan asap. Setelah pertunjukan, dia terus meminta maaf, dan staf tersebut berkata bahwa itu tidak apa-apa karena dia juga seorang perokok."
Meski demikian, pernyataan ini menimbulkan beberapa pertanyaan seputar keasliannya. A membuat netizen bertanya-tanya mengapa tidak ada keterangan lanjutan lagi atau pun bukti terkait sanggahan itu.
Selain itu, terdapat fakta yang berbenturan terkait insiden ini. Sejak tahun 2005, Italia telah melarang merokok di semua tempat umum dalam ruangan. Menteri Kesehatan Italia, Orazio Schillaci, bahkan tengah mengusulkan undang-undang untuk memperluas larangan merokok dalam ruangan hingga mencakup area di luar bar, halte bus, dan taman. Dengan demikian, pernyataan yang mengatakan area tunggu fashion show sebagai tempat yang sah untuk merokok dianggap kurang tepat sesuai dengan hukum yang berlaku.
"Apakah mereka punya bukti...? Atau itu hanya komentar random?" kata salah satu netizen. "Itu kan rokok elektrik, jadi apa masalahnya?" sahut netizen lain. "Ada apa dengan artikel ini? Italia telah melarang merokok di dalam ruangan dan pada dasarnya mereka hanya mengakui bahwa dia memang merokok di dalam ruangan," imbuh yang lain.
"Jika kamu berada di dalam ruangan, dikelilingi oleh orang-orang yang jaraknya kurang dari sepuluh sentimeter, dan kamu masih merokok, bukankah kamu seorang perokok berat?" komentar seorang netizen. "Mereka menulis artikel tentang sesuatu yang bahkan tidak terbukti kebenarannya..?" sambung netizen yang lain.
"Jika kontroversi terus berlanjut, anggota staf sebenarnya mungkin akan merasa lebih kesulitan. Lebih baik berhenti sekarang. Anggota staf harus tetap bekerja di industri, dan mereka juga tidak bisa mengatakan, ‘Tidak, saya tidak setuju dengan hal itu’," ujar lainnya.
(wk/inta)