Kenatra Mahesha, putra Wamendagri Bima Arya, curi perhatian kala hadir di pelantikan sang ayah. Ketampanan Kenatra alias Ken ini disamakan dengan sejumlah aktor Korea.
- Ria Susilo Wardhani
- Rabu, 23 Oktober 2024 - 14:53 WIB
WowKeren - Eks Wali Kota Bogor, Bima Arya, telah resmi dilantik sebagai Wakil Mendagri. Di momen penting itu, sosok putra Bima, Kenneth Mahestra, rupanya mencuri perhatian karena ketampanannya.
Dalam foto yang diunggah sang ibu, Yane Ardian, sosok Ken tampak gagah kala memakai jas dan berdasi. Visualnya yang tampan menawan itu membuatnya disamakan dengan sejumlah aktor Korea.
"Mirip Cha Eun Woo nggak sih?" seru netter. "Mirip Song Kang versi Indonesia," kata netter. "Beneran mirip artis Korea ya, MasyaAllah," ujar netter. "Ih kaget, saya kira aktor Korea mana itu kok tiba-tiba ada di Indonesia?" kata netter.
Sebelumnya, Ken beberapa kali ada di postingan sang ayah. Dalam sebuah momen, Bima tuliskan pesan bijak buat Ken.
"Kenatra Mahesha..Teruslah tumbuh menjadi sosok yang kuat, berkarakter dan jujur," kata Arya. "Seperti arti namamu. Ayah dan Mommy doakan kamu menjadi pemimpin besar yang bisa membangun Indonesia, lebih MAJU. Barakallah fii umrik."
Sementara itu, Bima sebagai Wamendagri mendapat tugas penting dari Mendagri Tito Karnavian terkait koordinasi dengan sejumlah kementrian. Ia juga beri tugas kepada Bima soal politik dan pemerintahan umum.
"Kemudian untuk Bima Arya, ini Dirjen Dukcapil jadi Pj Gubernur DKI, malah ada program besar sekali e-Government yang perlu pembangunan infrastruktur IT, saya sampaikan anggaran, tinggal beliau melakukan eksekusi dan koordinasi dengan KemenPAN-RB, Kemenko Marves, Menkominfo perlu proaktif untuk memberikan dukungan maksimal kepada untuk sistem yang diinginkan oleh Presiden Prabowo Subianto," kata Tito. "Kemudian, saya juga meminta beliau untuk mengkoordinir kedirjenan politik dan pemerintah umum, karena beliau sarjana politik. Sistem demokrasi, sistem pilkada, sistem pemilu. Tapi untuk jangka pendek saya meminta untuk membuat desk monitoring pilkada yang 27 November ini. Ini tentu perlu koordinasi banyak dengan Polhukam juga ada desk, kemudian juga dengan TNI-Polri."
(wk/riaw)