Choi Hye Seon menyadari kesalahannya karena tak memikirkan perasaan keluarga korban Pesawat Jeju Air saat mengunggah video insiden tragis tersebut ke Instagram. Dengan tulus, Hye Seon pun meminta maaf.
- Marina Larasati
- Selasa, 31 Desember 2024 - 09:35 WIB
WowKeren - Korea Selatan saat ini sedang berduka. Pesawat Jeju Air yang berangkat dari Thailand menuju Bandara Internasional Muan mengalami kecelakaan dan menewaskan seluruh penumpang. Sebanyak 179 orang tewas beserta pilot dan awak kabin, hanya dua orang pramugari yang dikabarkan selamat.
Di tengah suasana berkabung, Choi Hye Seon yang terkenal dalam acara kencan "Single's Inferno 3" justru membuat kesalahan. Melalui Instagram pribadinya, ia membagikan rekaman insiden kecelakaan pesawat tersebut bersama dengan pesan belasungkawa yang berbunyi, "Semoga para korban beristirahat dengan tenang."
Niat hati memang ingin menunjukkan kepedulian terhadap para korban dan keluarga yang ditinggalkan, namun aksi Hye Seon dianggap kurang tetap. Pasalanya, video yang bagikan memperlihatkan pemandangan tragis saat kecelakaan itu terjadi sebagaimana adanya. Sontak saja hal ini memancing riuh di kalangan netizen.
Para netter menilai Hye Seon tak seharusnya memposting video pilu seperti itu, mengingat banyak keluarga para korban di luar sana masih sangat terpukul. Kritik demi kritik pun disampaikan netizen untuk Hye Seon.
"Bagaimana bisa dia mengunggah video seperti itu?" ujar warganet bertanya-tanya. "Itu sangat mengerikan, kau harus menghapusnya," timpal yang lain. "Kau tidak seharusnya mengunggah itu. Pikirkan perasaan para keluarga korban," kata lainnya.
Protes yang dilontarkan netizen agaknya diketahui oleh Hye Seon. Menyadari hal itu, Hye Seon langsung menghapus unggahannya. Ia pun buru-buru menyampaikan permohonan maaf di Instagram Story-nya.
"Aku benar-benar kurang berpandangan. Aku dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang terluka," tulis Hye Seon dengan latar belakang hitam, Selasa (31/12).
Sementara itu, kecelakaan pesawat Jeju Air dianggap sebagai insiden paling buruk dalam sejarah aviasi Korea Selatan sejauh ini. Sekitar pukul 09:03 tanggal 29 Desember, pesawat Jeju Air yang berangkat dari Bangkok, Thailand menabrak dinding luar landasan pacu di Bandara Internasional Muan saat mencoba mendarat. Pesawat itu kemudian terbakar hebat dan menewaskan 179 orang.
Sejumlah pengamat dan laporan aviasi sejauh ini menduga Jeju Air jatuh karena tabrakan dengan kawanan burung (birdstrike) dan cuaca buruk. Pemadam kebakaran Korea Selatan menyatakan dua penyebab itu memantik kerusakan mesin. Namun, penjelasan rinci terkait penyebab akan diumumkan setelah investigasi gabungan selesai. Aparat juga sudah berhasil menemukan dua kotak hitam (black box) pesawat dan kini tengah diperiksa.
Menara pengawas disebut sempat memberi peringatan tabrakan burung kepada pilot. Peringatan itu membuat pesawat tersebut sempat mencoba mendarat lagi di landasan. Namun, upaya itu tidak berhasil, pesawat justru mendarat tanpa roda pendaratan. Pesawat kemudian hilang kendali dan keluar dari landasan pendaratan, lalu menabrak pagar, dan hancur hingga memicu kepulan api.
(wk/lara)