Park Bom berbicara tentang Adderall dan stigma yang mengikutinya dalam sebuah unggahan emosional.
- Rabu, 04 Maret 2026 - 09:15 WIB
WowKeren - Penyanyi Park Bom, mantan anggota 2NE1, baru-baru ini mengungkapkan kebenaran tentang penggunaan obat dalam sebuah unggahan emosional di Instagram. Dalam pesan tersebut, ia menjelaskan pengalamannya dengan Adderall, yang sering dianggap sebagai obat psikotropika, serta dampak negatif yang ditimbulkan akibat stigma yang melekat pada dirinya.
Dalam pesannya, Park Bom memperkenalkan dirinya kepada penggemarnya dan menyatakan, "To all the citizens…Hello, this is Park Bom. I’m writing this because I want to share the truth with you directly." Ia melanjutkan dengan menceritakan tentang rasa takut yang dirasakannya untuk membahas masalah ini, tetapi merasa perlu untuk melakukannya demi kesehatannya dan untuk meluruskan kesalahpahaman yang ada.
Park Bom menjelaskan bahwa dirinya adalah seorang pasien ADD (Attention Deficit Disorder) dan menegaskan bahwa Adderall bukanlah obat terlarang. Ia menekankan bahwa stigma yang muncul di sekitarnya sangat menyakitkan, terutama setelah insiden yang melibatkan Park Sandara, mantan rekan satu grupnya, yang membuatnya terjebak dalam isu yang lebih besar. "Park Sandara was caught up in a drug issue, and to cover that up, they made Park Bom into a drug addict instead," tulisnya.
Ia juga menyoroti bahwa saat itu, belum ada regulasi yang jelas mengenai penggunaan Adderall di Korea Selatan, dan hukum terkait baru muncul setelah insiden yang menimpanya. "At that time, there wasn’t even an established regulation in the country regarding Adderall itself, and strangely, the law was created after the Park Bom incident… It didn’t exist before," tambahnya.
Meskipun mengungkapkan rasa takutnya, Park Bom berharap agar orang-orang di sekitarnya, termasuk YG Entertainment dan pihak-pihak terkait, tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan menyebarkan informasi yang salah tentang dirinya. "I hope that YG Entertainment, Yang Hyunsuk, Teddy Park, and Lee Chaelin will not report to the country that Park Bom used more than the prescribed amount of a drug that they themselves have not used in nearly 30 years," ungkapnya dengan penuh emosi.
Unggahan Park Bom ini memicu berbagai reaksi dari penggemar dan netizen. Beberapa merasakan empati dan mengkhawatirkan kondisi mentalnya, sementara yang lain mengkritik cara pandang masyarakat terhadap masalah kesehatan mental. "Seriously, Dara unnie's heart must be torn to shreds..." tulis salah satu penggemar, menunjukkan kepedulian terhadap perasaan Sandara.
Keberanian Park Bom untuk berbicara tentang pengalamannya diharapkan dapat membuka dialog yang lebih luas mengenai stigma terhadap kesehatan mental dan penggunaan obat-obatan. Ini juga menjadi pengingat bahwa setiap individu berhak untuk di dengar dan dipahami, terlepas dari label yang mungkin mereka bawa.
Berikut video yang diunggah Park Bom tentang pernyataannya:
Saat ini, banyak yang berharap agar Park Bom mendapatkan dukungan yang ia butuhkan dan dibiarkan untuk memulihkan diri tanpa tekanan dari publik. "Please send her to the hospital..." tulis seorang netizen, menunjukkan keprihatinan yang mendalam terhadap kesehatannya. Sementara itu, penggemar lainnya berharap agar semua pihak dapat memahami dan menghargai perjuangannya.
(wk/timw)