Jay Park berbagi pengalaman pahit skandal yang mengakhiri kariernya di 2PM.
- Jumat, 06 Maret 2026 - 15:03 WIB
WowKeren - Jay Park baru-baru ini mengungkapkan pengalaman traumatis yang terjadi pada tahun 2009, ketika skandal media sosial memaksanya untuk meninggalkan grup K-pop 2PM. Dalam sebuah wawancara yang tayang di saluran YouTube eyesmag pada 5 Maret, Jay dengan terbuka membahas dampak dari insiden tersebut serta perjalanan kariernya setelahnya.
Dalam wawancara tersebut, Jay menjelaskan bahwa postingan lamanya di media sosial yang salah terjemahkan pada saat itu membuatnya tampak seperti menghina Korea. Namun, alih-alih merasakan ketakutan, dia justru merasakan tanggung jawab yang dalam. "Saya tidak merasa cemas; saya hanya merasa menyesal dan minta maaf," ujarnya. "Saya menyadari bahwa saya telah bersikap kasar dan menyakiti banyak orang." Dia menambahkan bahwa pola pikirnya tersebut membantunya tetap tenang selama krisis itu: "Saya adalah tipe orang yang menerima situasi apa adanya dan berusaha sebaik mungkin, jadi saya tidak merasa terlalu cemas atau takut."
Wawancara ini juga menyentuh kisah comeback-nya yang viral. Setelah kembali ke Seattle, seorang penggemar mengirimkan sebuah MacBook kepadanya, yang kemudian dia gunakan untuk merekam cover lagu B.o.B berjudul "Nothin' on You." Video tersebut meledak dan mendapatkan 3 juta penayangan dalam satu hari, membuka jalannya kembali ke industri musik. "Ya. Video itu menjadi alasan saya bisa memulai aktivitas saya lagi," ungkapnya.
Ketika ditanya apakah dia pernah mempertimbangkan untuk meninggalkan musik akibat pengawasan publik yang intens, Jay menekankan ketangguhannya dan batasan pribadinya. "Saya tidak membiarkan kritik mempengaruhi saya terlalu dalam. Saya melakukan hal-hal dengan bebas, tetapi saya selalu memastikan untuk menghormati orang lain dan tidak menyakiti siapa pun," jelasnya. Dia juga menambahkan bahwa dia menolak untuk hidup sesuai dengan ekspektasi orang lain, dengan mengatakan, "Saya tidak mengikuti pendapat atau standar orang lain. Saya tidak pernah membiarkan pandangan orang lain mengendalikan saya."
Jay juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengadvokasi kesehatan mental, mendorong orang-orang untuk melihat lebih dari sekadar citra publik mereka. "Banyak orang terlalu fokus pada penampilan mereka dan melupakan diri mereka yang sebenarnya. Saya percaya bahwa diri yang sebenarnya lebih penting. Jika diri yang sebenarnya tidak baik, tidak ada yang berarti," peringatnya. "Jika Anda tidak fokus pada diri yang sebenarnya, Anda bisa goyah dan mengembangkan masalah kesehatan mental. Jika Anda hanya hidup untuk orang lain, Anda bisa akhirnya menjadi sakit."
(wk/timw)