Sebuah kalimat dalam drama baru Han Jimin menuai kritik tajam dari penonton.
- Jumat, 06 Maret 2026 - 22:01 WIB
WowKeren - Drama terbaru yang dibintangi oleh Han Jimin kini menjadi sorotan karena sebuah kalimat yang dianggap kontroversial. Dalam salah satu adegan, karakter yang diperankan Han Jimin mengungkapkan pandangannya tentang cinta dan usia, yang langsung memicu reaksi beragam dari penonton.
Kalimat yang dipermasalahkan adalah, 'Isn't tea supposed to get richer in flavor the longer it ages? The aroma fades, the taste weakens, and fresh young leaves sprout every year. So, why bother keeping them to use later? Whether it's tea or anything else, you can just say that things lose their value as they age.' Pernyataan ini menggambarkan pandangan pesimistis tentang cinta dan hubungan seiring bertambahnya usia, khususnya bagi wanita. Karakter yang dihadapi Han Jimin berusia 34 tahun, yang menjadi fokus kritik.
Banyak penonton yang merasa kalimat tersebut mencerminkan stereotip kuno mengenai wanita di usia 30-an. Salah satu komentar menyatakan, 'Ini sebenarnya agak nyata... Bukan masalah wanita di usia 30-an, tapi tidak ada pria baik di usia yang sama. Mereka sudah menikah atau berkencan dengan wanita di akhir 20-an.' Sementara itu, ada juga yang berpendapat bahwa di era di mana orang hidup hingga 100 tahun, usia 30-an tidak bisa disebut tua.
Pemirsa juga mengecam penggunaan pandangan yang dianggap ketinggalan zaman dalam drama-drama saat ini. Seorang pengguna menyatakan, 'Saya tidak bisa percaya drama-drama saat ini masih menggunakan ide-ide usang seperti ini.' Beberapa orang berpendapat bahwa pandangan tersebut tidak hanya berlaku untuk perempuan, tetapi juga untuk laki-laki yang menghadapi masalah serupa terkait pernikahan yang terlambat.
Reaksi penonton semakin beragam, dengan beberapa yang merasa marah dan tidak puas dengan kalimat tersebut. Salah satu komentar yang mencuat adalah, 'Apakah ini drama dari 20 tahun lalu?' Sementara yang lain merespons dengan, 'Jika ini membuatmu marah, artinya kamu sudah tua.'
Seiring dengan kritik tersebut, banyak yang bertanya-tanya tentang siapa penulis di balik kalimat ini dan apakah pandangan yang diungkapkan di dalamnya masih relevan di tahun 2026. Ini menunjukkan bahwa masih ada perdebatan yang hangat mengenai isu-isu gender dan harapan sosial dalam hubungan di masyarakat saat ini.
(wk/timw)