Lee Ha Nee sedang disorot setelah agensinya terlibat dalam skandal pajak yang melibatkan selebriti.
- Senin, 09 Maret 2026 - 14:37 WIB
WowKeren - Lee Ha Nee kini menjadi sorotan setelah sebuah program investigasi televisi mengungkap bahwa sebuah restoran terdaftar sebagai cabang dari agensi satu orang yang dimilikinya. Isu ini terkuak dalam siaran program MBC pada 8 Maret lalu, yang menyelidiki bagaimana beberapa selebriti, termasuk Cha Eun Woo, Lee Ha Nee, Hwang Jung Eum, dan Lee Byung Hun, mengelola perusahaan manajemen mereka.
Menurut laporan tersebut, sebuah restoran sup daging sapi terkenal yang terletak di Hannam-dong, Distrik Yongsan, Seoul, terdaftar sebagai kantor cabang dari perusahaan Lee Ha Nee, Hanee Co., Ltd. “Pada pandangan pertama, restoran ini terlihat seperti restoran biasa,” kata program tersebut. “Namun, restoran ini terdaftar sebagai cabang dari perusahaan yang didirikan oleh aktris Lee Ha Nee.”
Laporan itu menambahkan bahwa perusahaan tersebut telah mengubah namanya menjadi Hope Project, dengan suami Lee Ha Nee yang berkewarganegaraan Amerika sebagai CEO dan Lee Ha Nee terdaftar sebagai direktur internal. Bangunan yang menampung restoran itu dilaporkan dibeli oleh perusahaan pada November 2017 seharga sekitar 6,45 miliar KRW (sekitar 4,3 juta USD) dengan pinjaman sekitar 3,5 miliar KRW.
Lee Ha Nee dan Hope Project juga dilaporkan menjadi objek audit pajak non-reguler oleh Kantor Pajak Wilayah Seoul pada September tahun lalu, yang mengakibatkan penilaian pajak tambahan yang dilaporkan mencapai sekitar 6 miliar KRW. Laporan ini menimbulkan pertanyaan apakah struktur agensi satu orang tersebut mungkin digunakan untuk mengurangi pajak sambil berinvestasi di real estat untuk potensi keuntungan.
Menanggapi hal ini, agensi Lee Ha Nee sebelumnya, TEAMHOPE, mengatakan kepada program bahwa bangunan itu dimaksudkan untuk digunakan sebagai kantor pusat perusahaan dan sebagai ruang budaya dan seni yang kompleks. Namun, agensi tersebut menjelaskan bahwa keterlambatan dalam proses transfer kepemilikan menyebabkan sewa penyewa yang ada tetap berlaku.
Program tersebut membantah bahwa catatan properti menunjukkan bahwa transfer kepemilikan telah selesai pada tahun 2020, mempertanyakan mengapa penyewa restoran tetap berada di bangunan tersebut. Pengacara dan akuntan Kim Myung Gyu berkomentar selama siaran bahwa properti itu bisa dilihat sebagai bentuk akumulasi aset. “Ini juga bisa menjadi investasi yang ditujukan untuk manfaat pengembangan di masa depan atau kenaikan nilai tanah,” ujarnya.
Sementara itu, penggemar dapat menyaksikan K-drama terkini secara gratis di Amasian TV.
(wk/timw)