HYBE mendapatkan kritik setelah merilis trailer comeback TXT yang dianggap menggunakan AI berkualitas rendah.
- Rabu, 11 Maret 2026 - 13:42 WIB
WowKeren - HYBE, perusahaan hiburan besar asal Korea Selatan, tengah menghadapi kritik setelah merilis trailer comeback untuk grup Tomorrow X Together (TXT). Video promosi ini bertujuan untuk memperkenalkan mini album terbaru mereka berjudul '7TH YEAR: A Moment of Stillness in the Thorns'. Namun, trailer ini langsung menuai kontroversi ketika para penggemar menyoroti penggunaan visual yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) yang dianggap berkualitas rendah.
Trailer yang diunggah melalui saluran resmi BigHit Music dan induknya, HYBE, awalnya mendapatkan perhatian positif dari penggemar. Namun, reaksi negatif mulai bermunculan ketika penonton menyadari bahwa beberapa adegan tampak dihasilkan oleh AI, bukan hasil pengambilan gambar tradisional.
Kritik terhadap trailer ini terutama datang dari penggemar internasional, yang berpendapat bahwa ketergantungan pada AI dalam konten promosi merusak kreativitas dan kualitas produksi yang biasanya diasosiasikan dengan K-pop. Selama ini, industri K-pop dikenal dengan anggaran besar, video musik yang megah, dan visual yang dirancang dengan cermat, sehingga kekurangan dalam trailer ini semakin terasa.
Netizen Korea juga memberikan reaksi serupa. Beberapa dari mereka mengakui bahwa teknologi AI semakin sering digunakan dalam video musik dan materi promosi, tetapi mereka berpendapat bahwa penerapan dalam kasus ini terlihat terburu-buru dan kurang matang.
Salah satu komentar online menyebutkan, “AI digunakan dalam banyak video musik idol, tetapi masalahnya di sini adalah hasilnya terlihat buruk. Seolah-olah mereka menghasilkan adegan dengan cepat menggunakan token AI dan mengunggahnya tanpa proses pasca-produksi yang tepat.”
Seorang penonton lain mempertanyakan kebutuhan penggunaan AI tersebut, dengan menekankan bahwa banyak adegan dalam trailer bisa saja difilmkan dengan metode produksi tradisional. “Saya tidak mengerti mengapa mereka harus menggunakan AI di sini. Pengambilan gambar ini tidak akan sulit, dan satu-satunya elemen yang tidak realistis tampaknya adalah langit. Jika alasannya adalah anggaran, maka masalahnya terletak pada proses pengambilan keputusan,” tulis komentar tersebut.
Penggemar juga menyoroti momen-momen spesifik dalam teaser yang mereka yakini bisa dengan mudah diciptakan menggunakan teknik pengambilan gambar praktis, seperti menempatkan aktor yang mengenakan topeng di depan latar belakang nyata, alih-alih mengganti elemen sederhana dengan visual yang dihasilkan oleh AI.
Kontroversi ini kembali memicu perdebatan luas tentang peran kecerdasan buatan dalam industri K-pop. Sementara sebagian orang percaya bahwa AI dapat membantu mempercepat produksi dan memperluas kemungkinan kreatif, yang lain khawatir bahwa ketergantungan yang berlebihan pada teknologi tersebut dapat mengurangi peluang bagi artis manusia, desainer, dan tim produksi.
Saat TXT bersiap untuk comeback mereka, perdebatan seputar teaser ini terus menyebar di komunitas online, menyoroti ketegangan yang semakin meningkat antara inovasi teknologi dan produksi kreatif tradisional dalam industri hiburan.
(wk/timw)