K-Drama baru menunjukkan tren romansa unik dengan konflik yang menarik.
- Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:15 WIB
WowKeren - Dalam beberapa waktu terakhir, K-Drama seperti "When the Phone Rings" menunjukkan tren baru dalam cerita romansa yang penuh konflik. Drama ini mengisahkan seorang suami yang menghadapi situasi krisis ketika istrinya diculik, namun ia tampil dingin dan tidak menunjukkan emosi, yang justru menarik perhatian banyak penonton.
Fenomena romansa antagonis bukanlah hal baru dalam dunia K-Drama. Sejak awal gelombang Korea, drama seperti "My Lovely Sam Soon" yang tayang pada tahun 2005 memperkenalkan konsep pernikahan kontrak, sementara "Secret Garden" pada 2010 menghadirkan elemen supernatural untuk menyatukan pasangan yang tampaknya tidak cocok. Drama-drama terbaru seperti "Business Proposal" dan "My Demon" adalah versi baru dari genre ini.
Apa yang membuat romansa seperti ini menarik bagi penonton? Salah satu sutradara produksi K-Drama menjelaskan bahwa karakter yang jujur tentang perasaan mereka tidak selalu menarik. Ketika karakter dipaksa menghadapi keinginan yang tidak bisa mereka ungkapkan, ini menciptakan konflik yang efektif dan sering kali menghibur untuk disaksikan. Keberadaan suasana moody ini dapat menginspirasi drama, contohnya dalam "Dear Hyeri" di mana karakter utama menunjukkan ambivalensi terhadap mantannya setelah delapan tahun berpacaran.
Meskipun demikian, menariknya cerita ini tidak selalu menjamin kesuksesan. Drama "The Trunk" yang dibintangi Gong Yoo, meskipun memiliki pemeran utama yang dikenal, menunjukkan performa yang kurang memuaskan di Netflix. Ini membuktikan bahwa, seperti halnya drama lainnya, inti cerita sangat penting. Seorang karakter pria tidak bisa hanya bersikap buruk untuk menarik perhatian; ia juga harus memiliki alasan yang kuat untuk perilakunya.
(wk/timw)