Shinsegae Group minta maaf setelah karyawan EMart diduga mencuri voucher dari NCT Jaemin.
- Senin, 16 Maret 2026 - 14:04 WIB
WowKeren - Shinsegae Group telah meminta maaf setelah seorang karyawan EMart terlibat dalam kontroversi dugaan pencurian voucher hadiah yang diberikan NCT Jaemin kepada para penggemarnya. Insiden ini terjadi di cabang EMart di Gumi, di mana karyawan tersebut diduga telah menukarkan voucher senilai 100.000 KRW sebelum jam buka toko.
Menurut laporan dari Busan Ilbo pada tanggal 16, saat ini Shinsegae Group sedang melakukan penyelidikan internal terkait kejadian ini. Pada tanggal 15, sejumlah besar voucher hadiah senilai 100.000 KRW masing-masing telah ditukarkan oleh seorang karyawan sebelum toko dibuka, dengan total nilai mencapai 3 juta KRW. Voucher tersebut merupakan hadiah yang diberikan Jaemin untuk penggemarnya dalam rangka perayaan White Day.
Pada tanggal 14, Jaemin mengirimkan 30 voucher Shinsegae kepada penggemar melalui platform komunikasi Bubble. Para penggemar pun berbondong-bondong mendatangi cabang EMart untuk menukarkan voucher tersebut menjadi voucher fisik. Namun, di cabang Gumi, semua voucher sudah habis ditukarkan sebelum toko buka. Hal ini memicu kecurigaan bahwa seorang karyawan cabang Gumi telah menukarkan voucher tersebut untuk kepentingan pribadi.
Salah satu pengguna di X menuliskan, "Jika seorang karyawan menukarkan voucher sebelum jam buka dan menyimpannya untuk diri sendiri, bukankah itu jelas merupakan tindakan pencurian?". Ada juga klaim yang beredar bahwa karyawan yang dimaksud telah mengundurkan diri, namun informasi tersebut kemudian dibantah.
Shinsegae Group, selaku pengelola EMart, menyatakan mereka akan mengambil tindakan berdasarkan hasil penyelidikan internal dan berkomitmen untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan. Seorang perwakilan dari Shinsegae Group menyampaikan, "Kami sangat meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pelanggan EMart. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan internal. Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan berdasarkan hasil penyelidikan dan memperkuat standar pengelolaan kami untuk mencegah kejadian serupa di masa depan."
(wk/timw)