Sembilan member THE BOYZ mengajukan pemutusan kontrak eksklusif ke agensi ONE HUNDRED karena masalah pembayaran royalti dan kepercayaan.
- Jumat, 20 Maret 2026 - 00:13 WIB
WowKeren - Grup idola K-Pop THE BOYZ diguncang konflik internal dengan agensinya. Sembilan dari sebelas member, yaitu Sangyeon, Jacob, Younghoon, Hyunjae, Juyeon, Kevin, Q, Sunwoo, dan Eric, dilaporkan telah mengirimkan pemberitahuan pemutusan kontrak eksklusif mereka ke ONE HUNDRED LABEL pada Februari 2026. Langkah ini diambil karena adanya pelanggaran kontrak yang diduga dilakukan agensi, yang merusak hubungan kepercayaan. Sementara itu, member New memilih untuk tetap bertahan di bawah naungan ONE HUNDRED.
Pemberitaan ini pertama kali muncul dari media Korea Selatan, THE FACT, pada 19 Maret 2026. Menurut laporan tersebut, kesembilan member tersebut mengirimkan surat tercatat kepada CEO ONE HUNDRED, Cha Ga Won, yang menyatakan niat mereka untuk mengakhiri kontrak. Alasan utama yang disebut adalah pelanggaran kontrak oleh agensi yang telah menyebabkan kerusakan kepercayaan yang tidak dapat diperbaiki.
Menanggapi laporan tersebut, ONE HUNDRED merilis pernyataan resmi yang membantah beberapa klaim. Agensi menyatakan bahwa mereka telah menandatangani kontrak dengan semua 11 member THE BOYZ dengan membayar biaya kontrak eksklusif yang signifikan, dengan premis bahwa mereka akan beraktivitas sebagai satu tim. Namun, agensi mengklaim premis ini rusak karena berbagai kontroversi yang melibatkan member tahun lalu, yang bahkan menyebabkan satu member keluar dan menyulitkan aktivitas grup.
"Meskipun demikian, kami telah berusaha membujuk mitra afiliasi kami yang mengalami kerugian dan telah bekerja untuk mempertahankan aktivitas grup meskipun menanggung kerugian finansial yang signifikan," tulis ONE HUNDRED dalam pernyataannya. "Dalam hal ini, permintaan dari member THE BOYZ untuk mengakhiri kontrak eksklusif mereka, dengan mengabaikan keadaan ini, tidak dapat diterima."
ONE HUNDRED juga membantah keras klaim bahwa CEO Cha Ga Won menggunakan deposit asrama member THE BOYZ, menyebutnya sebagai kebohongan yang sama sekali tidak berdasar dan berniat jahat. Agensi menegaskan bahwa mereka tetap memberikan dukungan seperti kendaraan, manajer, dan ruang latihan, tetapi justru ditolak oleh para member sendiri. ONE HUNDRED menyatakan akan mengambil tindakan hukum yang kuat terhadap THE FACT atas pemberitaan yang mereka anggap tidak akurat.
Tak lama setelah pernyataan agensi, kesembilan member THE BOYZ merilis pernyataan balasan melalui pengacara mereka, Kim Moon Hee dari Law Firm Yulchon LLC. Dalam pernyataan yang panjang dan terperinci, mereka mengonfirmasi bahwa pemberitahuan pemutusan kontrak telah disampaikan pada 10 Februari 2026 karena agensi gagal memenuhi kewajiban fundamental.
"Sebelumnya, agensi gagal membayarkan jumlah penyelesaian (royalti) yang semestinya kepada para artis untuk semua aktivitas sejak Juli 2025, setelah pembayaran penyelesaian untuk kuartal kedua 2025," bunyi pernyataan hukum tersebut. "Lebih lanjut, meskipun telah ada permintaan berulang dari para artis untuk meninjau dokumen dasar seperti kontrak guna memverifikasi transparansi pembayaran, agensi menolak tanpa alasan yang dapat dibenarkan, sehingga mengabaikan kewajiban fundamental dan esensialnya sebagai perusahaan manajemen di bawah kontrak eksklusif."
Pernyataan dari pihak member juga menyoroti laporan media yang mengungkapkan bahwa agensi menerima pembayaran di muka senilai puluhan miliar won (setara puluhan juta dolar) berdasarkan aktivitas hiburan para member. Namun, agensi dinilai tidak memberikan penjelasan yang bertanggung jawab mengenai situasi di mana para member tidak dibayar royalti mereka.
"Selama proses ini, para artis diam-diam melanjutkan aktivitas mereka untuk menepati janji kepada penggemar, meski menghadapi ketidakpastian yang berlarut-larut," lanjut pernyataan itu. "Namun, agensi tidak hanya gagal mendukung biaya yang diperlukan untuk aktivitas hiburan para artis, tetapi juga secara virtual mengabaikan operasi manajemen normal seperti gagal bayar gaji kepada staf yang telah berdedikasi di lapangan selama beberapa bulan."
Pernyataan tersebut menggambarkan tekanan psikologis yang besar yang dialami member karena dukungan dasar pun terputus. Akhirnya, mereka memutuskan bahwa hubungan kepercayaan bersama dengan agensi telah rusak tak terselamatkan, sehingga mengambil keputusan berat untuk mengakhiri kontrak.
Meski demikian, kesembilan member menyatakan komitmen mereka untuk tidak merugikan pihak ketiga yang tidak bersalah, termasuk penggemar. Mereka berjanji akan melanjutkan konser yang dijadwalkan pada April 2026 dan memenuhi semua jadwal lain yang telah dikonfirmasi dengan penuh tanggung jawab. "Untuk membalas kasih sayang yang diberikan penggemar, mereka akan melakukan yang terbaik dalam aktivitas tim maupun kapasitas individu," tuntas pernyataan hukum itu.
Mengenai posisi New, pernyataan tersebut menjelaskan bahwa setelah diskusi yang cukup, member tersebut menyatakan niat pribadinya untuk mempertahankan kontrak eksklusifnya dengan ONE HUNDRED. Para member lainnya menyatakan menghormati pilihan dan posisi masing-masing individu. Mereka juga menyatakan bahwa THE BOYZ akan mengeksplorasi berbagai opsi dan bekerja sama sesuai kebutuhan di masa depan untuk menemukan arah terbaik bagi tim dan penggemar.
Kasus ini menambah daftar panjang konflik antara idol K-Pop dengan agensi mereka, yang sering berpusat pada masalah transparansi keuangan dan pembayaran royalti. Nasib THE BOYZ ke depan, terutama mengenai nama grup dan aktivitas bersama, masih menjadi tanda tanya besar bagi Deobi, sebutan untuk fans THE BOYZ, di seluruh dunia.
(wk/timw)