Biway mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap materi pendidikan seks di sekolah dasar.
- Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:39 WIB
WowKeren - Rapper Biway kini jadi sorotan setelah mengungkapkan kritik tajam terhadap materi pendidikan seks yang digunakan di sekolah dasar. Dalam sebuah unggahan di media sosialnya pada 20 Maret 2026, Biway membagikan isi dari bahan ajar yang tampaknya digunakan dalam pendidikan seks di sekolah, yang mencakup kalimat yang menyatakan pentingnya pemahaman tentang seks sebagai konsep sosial dan budaya, selain dari aspek biologis.
Biway mengekspresikan ketidakpuasannya dengan mengatakan, “제정신일까. 교육하는 사람들은 교육 받는 게 불법임?” yang berarti “Apakah ini masuk akal? Apakah orang yang mengajarkan ini ilegal?” Melalui pernyataannya, Biway mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang pendekatan pendidikan yang saat ini diterapkan.
Lebih lanjut, Biway juga mengutip ayat dari Alkitab untuk menegaskan pandangannya. Ia menekankan bahwa jenis kelamin manusia memiliki perbedaan mendasar dan mempertanyakan arah pendidikan yang sedang berlangsung saat ini. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan, “진리가 없는 자유는 방종,” yang berarti “Kebebasan tanpa kebenaran adalah pelanggaran,” menunjukkan kekhawatirannya bahwa pendekatan pendidikan yang terlalu beragam dapat menimbulkan kebingungan.
Reaksi terhadap pernyataan Biway pun beragam di dunia maya. Beberapa orang tua menyampaikan dukungan dengan beranggapan bahwa mengajarkan konsep yang kompleks kepada anak-anak adalah hal yang terlalu dini dan prematur. Mereka mengungkapkan keprihatinan tentang bagaimana hal ini dapat mempengaruhi pemahaman anak-anak tentang seksualitas.
Namun, di sisi lain, ada juga suara yang menentang kritik Biway. Banyak yang berargumen bahwa pemahaman yang luas mengenai seksualitas adalah bagian penting dari pendidikan di era modern ini. Mereka menekankan bahwa menghormati berbagai identitas dan pendekatan terhadap pendidikan seks adalah langkah yang diperlukan untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif.
Pernyataan Biway, yang juga merupakan seorang ayah dari dua anak perempuan, tidak hanya mencerminkan pandangannya pribadi tetapi juga memicu diskusi sosial yang lebih luas mengenai bagaimana konsep seks seharusnya diajarkan di sekolah. Hal ini menandai awal dari perdebatan yang lebih besar mengenai batasan dan norma dalam pendidikan seksual di Indonesia.
(wk/timw)