Mohamed Salah mendapat kritik tajam dari legenda Liverpool terkait penurunan performanya.
- Senin, 23 Maret 2026 - 04:40 WIB
WowKeren - Mohamed Salah, bintang Liverpool, sedang menghadapi kritik tajam dari legenda klub, Graeme Souness, yang menilai bahwa penurunan performa Salah menjadi salah satu penyebab utama ketidakberhasilan tim musim ini. Souness mengungkapkan pendapatnya mengenai masa depan Salah di Liverpool, yang berpotensi berujung pada perpisahan.
Menurut laporan dari media Inggris pada 21 Maret 2026, Souness menilai bahwa penurunan performa Salah berkaitan langsung dengan hasil buruk yang didapat Liverpool di musim ini. "Salah satu alasan Liverpool mengalami kesulitan adalah karena menurunnya pengaruh Salah di lapangan. Di saat-saat sulit seperti ini, pemain kunci seharusnya bisa memimpin, tetapi perannya tampak hilang," ungkap Souness.
Memang, hanya setahun yang lalu, Salah tampil sangat mengesankan, meraih gelar pencetak gol terbanyak dan pemberi assist terbanyak, sekaligus membantu timnya meraih kesuksesan. Namun, penampilan Salah musim ini jauh dari harapan. Ia dilaporkan mengalami penurunan signifikan dalam hal pengaruh dan kontribusi di lapangan, bahkan beberapa kali tidak diturunkan sebagai starter.
Statistik menunjukkan perubahan yang mencolok dalam produktivitasnya. Meski catatan resmi tidak buruk, namun kontribusi Salah dalam liga tahun ini sangat menurun dibandingkan dengan musim sebelumnya. Souness menambahkan, "Setiap pemain akan mengalami penurunan performa pada titik tertentu dalam karier mereka. Salah kini tampak berada di jalur penurunan yang tajam," ujarnya.
Ia juga mengaitkan situasi ini dengan keadaan tim secara keseluruhan. Souness berpendapat, "Saat Liverpool menghadapi masa sulit, sangat penting bagi pemain kunci seperti Salah untuk bisa tampil maksimal dan menjaga semangat tim. Sayangnya, kita tidak melihat hal itu terjadi saat ini."
Souness menegaskan bahwa meskipun Salah akan selalu dikenang sebagai salah satu pemain hebat dalam sejarah Liverpool, saat ini ia tidak menunjukkan tanda-tanda untuk kembali ke performa terbaiknya. "Masa kejayaannya sepertinya sudah berlalu," tuturnya.
Kritik yang ditujukan kepada Salah ini tak pelak mengundang perbandingan dengan nasib Son Heung Min, yang juga merupakan pemain kelahiran 1992. Setelah meninggalkan Tottenham, Son tidak pernah menjadi sasaran kritik meskipun timnya mengalami penurunan performa. Berbeda dengan Salah, yang kini menjadi sorotan utama atas kesulitan yang dialami Liverpool.
(wk/timw)