Park Jun Woo, yang dikenal sebagai 'Sajik Karina', siap tunjukkan kemampuannya di KBO.
- Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:34 WIB
WowKeren - Park Jun Woo, pitcher muda dari Lotte Giants, bertekad untuk dikenal dengan namanya sendiri, bukan hanya sebagai 'Sajik Karina'. Setelah dua tahun berturut-turut masuk dalam daftar pemain pembuka, kesempatan kedua ini datang tepat pada waktunya.
Memulai karir profesionalnya dengan Lotte Giants setelah terpilih di putaran keempat draft pemula 2024, Park Jun Woo segera menarik perhatian publik. Di tahun debutnya, ia mengesankan banyak orang dengan penampilannya yang memukau saat bertransformasi menjadi Karina dari girl group aespa, sehingga ia dijuluki 'Sajik Karina'. Namun, ia merasa kesulitan untuk membangun identitas yang kuat sebagai pitcher dengan namanya sendiri.
Selama musim debutnya, Park Jun Woo mendapat kesempatan untuk bermain di tim utama, tetapi ia tidak dapat menunjukkan performa yang memuaskan, dengan rata-rata ERA 9.00 dari hanya dua pertandingan. Tahun lalu, ia kembali ke tim utama tetapi hanya mencatatkan 1 kemenangan, 2 kekalahan, dan 1 hold dengan ERA 8.03. Namun, situasi mulai berbeda pada tahun ini. Meskipun rata-rata ERA-nya di pertandingan persahabatan mencapai 5.40, penampilannya selama spring camp sangat mengesankan.
Dalam pertandingan melawan Chiba Lotte Marines, Park Jun Woo berhasil menutup inning tanpa kebobolan meski dalam situasi krisis. Pada fase awal pertandingan persahabatan, ia tidak mengizinkan satu pun run dalam empat pertandingan melawan KT Wiz, LG Twins, dan Kiwoom Heroes, meraih 1 kemenangan dan 1 hold. Ini menunjukkan bahwa ia mampu menghadapi situasi sulit dengan baik.
Park Jun Woo berbagi, "Setelah beberapa kali melempar dan melihat hasil yang baik, saya merasa kepercayaan diri saya perlahan-lahan tumbuh. Sekarang saya bisa tampil di situasi krisis dan saat-saat penting, yang membuat saya semakin percaya diri," ujarnya dengan senyum.
Namun, perjalanan Park Jun Woo tidak selamanya mulus. Setelah mencatatkan empat pertandingan berturut-turut tanpa kebobolan, ia mengalami kemunduran saat melawan Doosan Bears dan Hanwha Eagles, di mana ia kebobolan 3 run dalam dua pertandingan berturut-turut, yang membuat rata-rata ERA-nya kembali ke 5.40. Dalam situasi ini, ia lebih memilih untuk tidak berbicara banyak tentang kemungkinan masuk dalam daftar pemain pembuka.
"Saya tidak bisa berbicara tentang daftar pemain pembuka. Jika saya terlalu bersemangat, saya biasanya akan jatuh. Saat ini, saya menjalani hidup seperti serangga yang hanya hidup sehari. Seperti serangga yang hidup sehari, saya berusaha untuk tidak memikirkan masa depan dan fokus pada hari ini," jelasnya.
Meskipun hasil dua pertandingan terakhir tidak memuaskan, Park Jun Woo kini memiliki kesempatan untuk membuktikan dirinya di musim reguler. Kesempatan yang datang ini sangat berarti baginya, terutama setelah ia memutuskan untuk menunda wajib militer demi melanjutkan impiannya di tim utama. Sebenarnya, ia berencana untuk mendaftar ke angkatan bersenjata setelah musim 2025, tetapi ia membatalkan pendaftarannya menjelang pengumuman hasil.
"Saya sebenarnya telah membatalkan pendaftaran untuk wajib militer. Saya ingin membalikkan situasi tahun lalu. Banyak orang beranggapan saya gagal mendaftar, tetapi saya yang membatalkan aplikasi tersebut. Awalnya, saya merasa menyesal, tetapi setelah melakukan perjalanan ke Amerika, saya merasa bisa memanfaatkan pengalaman baik itu untuk musim ini," tambahnya.
Dengan masa lalu yang telah dilalui, Park Jun Woo kini siap untuk tampil gemilang di musim reguler. Ia bertekad untuk dikenal tidak hanya sebagai 'Sajik Karina', tetapi sebagai Park Jun Woo, pitcher yang memiliki potensi besar di KBO.
(wk/timw)