Stefan Mugosa mengucapkan selamat tinggal pada timnas Montenegro dengan gol di laga terakhirnya.
- Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:06 WIB
WowKeren - Stefan Mugosa, pemain sepak bola yang dikenal sebagai 'Raja Romantis Incheon', mengakhiri perjalanan panjangnya di tim nasional Montenegro dengan cara yang mengesankan. Dalam laga persahabatan melawan Andorra pada 28 Maret 2026, Mugosa mencetak gol melalui penalti, menandai akhir karier timnas yang telah berlangsung lebih dari 10 tahun.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Podgorica tersebut berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Montenegro. Mugosa yang bertindak sebagai kapten, menunjukkan performa yang luar biasa dengan mencetak gol pertamanya di menit ke-30 melalui penalti yang ia peroleh sendiri. Ini menjadi gol ke-16nya di ajang A-match, menjadikannya momen berharga sebelum ia meninggalkan lapangan.
Setelah mencetak gol, Mugosa digantikan pada menit ke-66 dan meninggalkan lapangan dengan tepuk tangan meriah dari penonton dan rekan-rekannya, sebagai penghormatan atas pengabdian dan kontribusinya selama ini. Dengan total 65 pertandingan dan 16 gol, Mugosa menutup kariernya di timnas dengan catatan yang mengesankan.
Dalam wawancara usai pertandingan, Mugosa tidak dapat menyembunyikan emosinya. Ia menyatakan, “Malam ini sulit untuk dijelaskan. Pisah dengan tim nasional bukanlah hal yang mudah, tetapi saya senang bisa mengakhiri dengan cara yang saya inginkan, yaitu dengan gol dan kemenangan. Saya berterima kasih kepada rekan-rekan saya yang berjuang bersama hingga akhir.”
Keputusan Mugosa untuk pensiun dari timnas tidak lepas dari rasa cintanya terhadap klubnya, Incheon United. Sejak bergabung pada 2018, ia telah menjadi simbol penting bagi klub tersebut. Selama periode A-match, Mugosa sering kali menghadapi perjalanan panjang yang melelahkan, dan ia akhirnya memilih untuk pensiun dari timnas demi menjaga kondisi fisiknya dan berkontribusi maksimal kepada Incheon.
“Saya ingin fokus pada Incheon selama sisa kontrak saya. Dengan mengurangi beban perjalanan, saya bisa tampil lebih baik di lapangan,” tambahnya. Selama ini, ia juga menunjukkan dedikasi tinggi dengan menolak panggilan timnas saat situasi klub membutuhkan perhatian lebih.
(wk/timw)