Pesan Menyentuh Nana Jelang Sidang Penyerangan: 'Ada yang Tidak Beres'
Instagram/Nana/Instagram
Selebriti

Nana ungkap perasaannya menjelang sidang kasus penyerangan yang dialaminya.

WowKeren - Nana, mantan anggota After School dan Orange Caramel, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk menjelang sidang kasus percobaan perampokan yang menimpanya pada November lalu. Melalui akun Instagram-nya, Nana menyatakan betapa sulitnya menghadapi orang yang melukainya di pengadilan.

Pada 28 Maret 2026, Nana menulis di Instagram, "Something feels very wrong. But since this is how the law works, it's a reality I have no choice but to follow. I'll be fine, though. I know many of you are worried, but please don't worry. I'll do well. I swear to tell only the truth, exactly as it is. And I'll be watching closely to see just how good your acting is." Hal ini menunjukkan ketegangan yang dirasakannya menjelang kesaksian.

Kejadian yang melibatkan Nana terjadi pada bulan November 2025, ketika seorang pria berusia 30-an, yang dikenal sebagai Man A, diduga masuk ke rumah Nana di Acheon-dong, Guri, Provinsi Gyeonggi, dan mengancam penyanyi serta ibunya. Menurut laporan, keduanya mengalami luka ketika pria tersebut diduga mencekik mereka dan meminta uang. Pelaku berhasil ditangkap di lokasi kejadian, dan kasus ini dianggap sebagai percobaan kejahatan.


Menurut xportsnews, di pengadilan, Man A membantah sebagian besar tuduhan yang diajukan. Pengacaranya menyatakan, "Dia masuk dengan keyakinan bahwa rumah itu kosong dan hanya berniat mencuri barang berharga. Tidak ada niat untuk melakukan perampokan. Dia tidak membawa senjata dan malah diserang secara sepihak. Saya bertemu ibu Nana di ruang tamu. Ketika dia berteriak, saya hanya memegangnya dengan membungkus lengan saya di sekitar bahunya—saya tidak mencekiknya. Ketika saya melepaskannya, saya pikir semuanya sudah tenang, Nana keluar dari kamar dan menyerang saya dengan membawa senjata. Tas yang saya bawa hanya berisi alat-alat dan tas belanja. Senjata itu berasal dari rumah Nana."

Beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan selama persidangan adalah apakah Man A memiliki senjata dan apakah ada serangan yang terjadi. Nana dan ibunya dijadwalkan untuk memberikan kesaksian pada 21 April setelah harus menunda penampilan mereka karena kesibukan.

Para penggemar dan netizen telah menunjukkan dukungan kepada Nana, menyerukan perlunya reformasi dalam sistem hukum Korea Selatan yang dianggap lebih memprioritaskan hak-hak pelaku dibandingkan korban. "Mengapa mereka memaksa korban untuk hadir di tempat pertama? Mengapa menganggap korban akan baik-baik saja secara mental? Ini sama saja memaksa seseorang untuk berpura-pura baik-baik saja," tulis salah seorang penggemar. Komentar lain menyatakan, "Karena 'hak-hak pelaku', korbanlah yang justru merasa seperti pelaku." Dukungan terus mengalir, dengan banyak penggemar yang mengungkapkan betapa beratnya yang harus dilalui Nana. Salah satu penggemar menulis, "Dia sedang melalui banyak hal..." sambil menyerukan perubahan hukum untuk melindungi korban dalam situasi serupa.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait