Drama 'Beauty in the Beast' menuai kritik karena pengambilan gambar di Busan mengganggu publik.
- Sabtu, 04 April 2026 - 13:07 WIB
WowKeren - Drama terbaru 'Beauty in the Beast' yang dibintangi Moon Sangmin dan Kim Minju saat ini sedang menjadi sorotan akibat kontroversi yang muncul dari pengambilan gambar di Gaegeum Culture Cherry Blossom Road, Busan. Pengambilan gambar ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi para pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan bunga sakura yang sedang mekar.
Mulai tanggal 1 April 2026, tim produksi drama ini menutup sekitar 20 meter dari jalan utama di lokasi terkenal tersebut selama dua hari untuk keperluan syuting. Hal ini membuat banyak wisatawan yang telah berkunjung kecewa, karena mereka tidak dapat mengakses area yang biasanya menjadi tempat favorit untuk berfoto di musim sakura. Selain itu, pencahayaan malam juga dimatikan, dan peralatan syuting menyita jalan sempit, menambah ketidaknyamanan bagi pejalan kaki.
Kritik semakin meningkat karena tidak ada pemberitahuan yang memadai mengenai penutupan tersebut. Hanya terdapat satu spanduk kecil di pintu masuk, padahal Gaegeum Culture Cherry Blossom Road adalah lokasi wisata yang sangat terkenal. Lebih mengecewakan lagi, dilaporkan bahwa pengambilan gambar dilakukan tanpa izin resmi untuk menutup jalan atau trotoar, yang semakin memperburuk situasi.
Akibat kontroversi ini, nama-nama pemeran utama, termasuk Moon Sangmin, Kim Minju, dan Park Solomon (Lomon), juga menjadi sasaran keluhan publik. Banyak penggemar dan masyarakat merasa bahwa tindakan produksi drama ini terlalu egois dan tidak mempertimbangkan kenyamanan publik. Dalam dunia hiburan, situasi seperti ini seringkali menimbulkan backlash yang bisa berdampak negatif pada reputasi para artis yang terlibat.
Kritik di media sosial dan komunitas online menunjukkan bahwa masyarakat berharap agar produksi film dan drama lebih memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Seharusnya, pihak produksi melakukan koordinasi yang baik dengan pemerintah dan masyarakat setempat sebelum melakukan kegiatan yang dapat mengganggu kenyamanan publik, terutama di lokasi-lokasi yang menjadi daya tarik wisata.
Kontroversi ini menjadi pengingat bagi industri hiburan untuk lebih sensitif terhadap kebutuhan dan kenyamanan masyarakat. Diharapkan ke depannya, para pembuat film dan drama dapat lebih bijak dalam merencanakan syuting mereka, sehingga tidak menimbulkan ketidaknyamanan yang dapat merugikan banyak pihak.
(wk/timw)