Arman Tsarukyan menghebohkan publik setelah melakukan choke hingga seseorang pingsan.
- Minggu, 05 April 2026 - 13:35 WIB
WowKeren - Dalam sebuah siaran langsung yang mengejutkan, petarung UFC Arman Tsarukyan melakukan aksi choke pada seorang peserta hingga pingsan. Kejadian ini berlangsung setelah Tsarukyan meraih kemenangan dalam pertarungan melawan Giorgio Furlas di Rusia.
Usai pertarungan, Tsarukyan bergabung dengan influencer Klavikuler dalam siaran langsung. Dalam momen yang tidak terduga, seorang peserta bernama Shoobi berinisiatif untuk mencoba teknik choke yang diajarkan Tsarukyan. Sebelum melakukan aksi tersebut, Tsarukyan sempat bertanya kepada Shoobi, "Apakah kamu tidak takut?" yang dijawab dengan senyuman, "Takut, tapi saya rasa tidak akan mati."
Setelah itu, Tsarukyan meminta agar Shoobi menyatakan tidak akan menggugat jika terjadi hal buruk. Shoobi pun menjawab, "Jika saya tidak mati, saya tidak akan menggugat." Namun, hanya dalam beberapa detik, situasi berubah drastis. Tsarukyan berhasil mengunci Shoobi dengan rear-naked choke, dan Shoobi pun seketika kehilangan kesadaran dan terjatuh ke lantai.
Klavikuler yang menyaksikan kejadian tersebut sempat bercanda, "Dia tidak mati, kan?" meskipun suasana menjadi tegang saat itu. Beruntung, Shoobi segera sadar kembali dan meskipun terlihat bingung, ia bisa bangkit tanpa masalah.
Insiden ini memicu perdebatan mengenai keamanan teknik beladiri, terutama ketika dilakukan tanpa pengawasan profesional. Ini menunjukkan betapa berbahayanya melakukan teknik choking tanpa pengetahuan dan kontrol yang tepat.
Saat ini, Arman Tsarukyan terdaftar sebagai petarung peringkat kedua di divisi ringan UFC. Meskipun belum ada jadwal pertarungan resmi, ia terus aktif berpartisipasi di berbagai event grappling dan wrestling untuk menjaga keterampilannya.
Tsarukyan juga dijadwalkan untuk bertanding melawan Uriah Faber dalam pertandingan wrestling di RAF 8 pada 18 April mendatang. Faber, yang merupakan mantan juara UFC dan anggota Hall of Fame, menjadi tantangan berikutnya yang harus dihadapi Tsarukyan.
Dengan ambisi untuk menjadi penantang gelar di divisi ringan, Tsarukyan terus membuktikan kemampuannya, baik di dalam octagon maupun di luar. Namun, aksi pada siaran langsung ini memunculkan berbagai reaksi dari penggemar. Sebagian merasa terhibur dengan pertunjukan tersebut, sementara yang lain menganggapnya sebagai tindakan yang berbahaya, terutama dengan adanya risiko kehilangan kesadaran seperti yang dialami Shoobi.
(wk/timw)