Suvin dari TXT mengalami masalah tarif taksi saat liburan di Filipina, pemerintah setempat pun bertindak.
- Selasa, 07 April 2026 - 08:05 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, Suvin dari grup K-Pop TXT terlibat dalam kontroversi ketika ia ditagih tarif taksi yang tidak wajar saat berlibur di Cebu, Filipina. Insiden ini menarik perhatian publik dan bahkan pemerintah setempat mengambil tindakan tegas terhadap sopir taksi yang bersangkutan.
Pada tanggal 1 April, Suvin mengunggah video vlog perjalanan di saluran YouTube resmi grupnya, di mana ia memperlihatkan perjalanan dari Bandara Internasional Cebu menuju tempat menginapnya. Sebelum naik taksi, Suvin memeriksa tarif yang diperkirakan sekitar 300 peso, namun sopir taksi meminta 500 peso. Setelah bernegosiasi, Suvin dan teman-temannya sepakat dan melanjutkan perjalanan.
Namun, selama perjalanan, sopir tiba-tiba meminta tarif 1000 peso, yang membuat Suvin dan rombongannya merasa keberatan. Setelah mengajukan protes, sopir tersebut akhirnya menurunkan tarif kembali menjadi 500 peso. Kejadian ini memicu banyak kritik dari penggemar dan masyarakat luas.
Setelah insiden ini viral, Lembaga Pengatur Transportasi Darat Filipina (LTFRB) segera bereaksi dengan memberikan perintah klarifikasi kepada sopir taksi dan menjatuhkan sanksi berupa penghentian operasional selama 30 hari. LTFRB juga sedang menyelidiki dugaan pelanggaran, termasuk penetapan tarif yang berlebihan dan ketidakpatuhan terhadap penggunaan argo taksi. Jika terbukti bersalah, sopir tersebut bisa menghadapi pencabutan atau penangguhan lisensi.
Di sisi lain, TXT, grup yang dibentuk oleh Big Hit Entertainment, tengah bersiap untuk merilis album mini kedelapan mereka yang berjudul '7TH EVE: Ketika Angin Berhenti sejenak di Semak Duri' pada tanggal 13 April mendatang. Para penggemar tentunya sangat menantikan comeback mereka dan berharap insiden ini tidak mempengaruhi kegiatan grup kedepannya.
(wk/timw)