Gary Woodland berbagi pengalamannya berjuang melawan PTSD setelah menang di Houston Open.
- Rabu, 08 April 2026 - 09:36 WIB
WowKeren - Gary Woodland, juara Houston Open, baru-baru ini mengungkapkan perjuangan mental yang dihadapinya setelah diagnosis penyakit otak yang mengancam nyawanya. Dalam pengakuannya, Woodland menyebutkan saat berlaga, ia merasa seperti ada yang ingin mencelakakannya.
Perjuangan ini dimulai pada tahun 2023 ketika ia didiagnosis dengan lesi otak yang membuatnya merasakan ketakutan ekstrem terhadap kematian. Dalam kondisi yang sangat mendesak, Woodland bahkan sempat menulis surat terakhir untuk keluarganya sebelum menjalani operasi pada bulan September di tahun yang sama.
Operasi yang ia jalani berjalan sukses, namun itu bukan akhir dari tantangan yang harus dihadapinya. Woodland mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD) yang membuatnya merasa terancam dalam situasi sehari-hari. Ia mengaku merasakan ketegangan yang luar biasa, di mana setiap hal di sekitarnya tampak seperti ancaman. “Ada kalanya saya tiba-tiba menangis dan harus berlari ke toilet,” ungkap Woodland mengenang masa sulit tersebut.
Meski mengalami kesulitan mental, Woodland tidak menyerah pada golf. Ia kembali berkompetisi pada awal tahun 2024 dan perlahan-lahan menemukan kembali ritme permainannya. Kemenangan di Houston Open menjadi momen puncak, di mana dia mencetak skor 67 dengan tiga di bawah par dan meraih kemenangan dengan selisih lima stroke. Ini juga merupakan kemenangan pertamanya sejak memenangkan US Open pada tahun 2019.
Di balik kesuksesannya, Woodland mengandalkan dukungan dari tim keamanan PGA Tour. Ia menyatakan, “Saya meminta bantuan dari tim keamanan selama turnamen. Hanya dengan mengetahui ada seseorang di belakang saya, itu sangat membantu.” Keberadaan petugas keamanan memberinya rasa aman dan ketenangan selama pertandingan.
Woodland juga berbagi tentang perjuangannya untuk tidak berjuang sendirian. “Tahun lalu, saya berusaha untuk bertahan sendiri, tetapi itu sangat sulit. Sekarang, saya mendapatkan bantuan, dan itu membawa saya pada kemenangan ini,” katanya. Kembalinya performanya ke level tertinggi terlihat dari kecepatan bola saat melakukan pukulan driver yang mencapai 196 mph, menunjukkan kekuatan dan kepercayaan diri yang sudah kembali.
Woodland tidak menyembunyikan pengalaman sulitnya. Ia menyadari bahwa di kalangan atlet, terutama pria, ada stigma untuk tidak menunjukkan kelemahan. “Saya hidup seperti itu sepanjang hidup saya, tetapi masalah ini tidak bisa saya selesaikan sendirian,” ujarnya. Ia merasa bahwa dengan berbagi kisahnya, ia justru menjadi lebih kuat. “Jika kisah saya bisa membantu seseorang, itu sangat berarti,” tambahnya.
Menghadapi Masters yang akan datang, Woodland menyadari tantangan baru menantinya. Setelah meraih kemenangan, ia akan berada di bawah sorotan lebih banyak penonton dan perhatian. Terutama di Augusta National, di mana jarak antara penonton dan pemain sangat dekat, membuatnya lebih sensitif terhadap gerakan di sekitarnya.
“Turnamen ini adalah salah satu yang paling aman di dunia, tetapi di dalam kepala saya, perjuangan masih terus berlanjut. Saya tetap waspada terhadap setiap gerakan kecil yang mendekat,” jelas Woodland. Namun, ia merasa lebih siap sekarang, “Sekarang saya tahu cara untuk memastikan bahwa saya aman,” tutupnya.
(wk/timw)