Sasaki Roki Terlibat Kontroversi di MLB, Mampu Raih 6 Strikeout Meski Ada Dugaan Pencurian Sinyal
Instagram/Sasaki Roki/Instagram
Selebriti

Sasaki Roki menghadapi kontroversi saat melawan Texas Rangers, tetapi tetap tampil mengesankan dengan 6 strikeout.

WowKeren - Sasaki Roki, pitcher muda dari LA Dodgers, baru-baru ini menjadi sorotan dalam pertandingan melawan Texas Rangers yang digelar pada 13 April 2026. Meskipun pertandingan berakhir dengan kekalahan 2-5 untuk Dodgers, performa Sasaki yang mencatatkan 6 strikeout menjadi sorotan utama. Namun, pertandingan ini juga diwarnai dengan dugaan pencurian sinyal yang melibatkan pemain Texas, Brandon Nimmo.

Dalam pertandingan tersebut, Sasaki tampil kurang stabil, mencatatkan 5 hit dan 5 walk selama 4 inning. Meskipun begitu, dia berhasil menghindari keruntuhan total dan menunjukkan kemampuan manajemen tekanan yang baik dengan meraih 6 strikeout, yang merupakan rekor tertinggi dalam satu pertandingan di Major League Baseball (MLB) sejak debutnya.

Setelah pertandingan, Sasaki mengungkapkan rasa kecewanya, mengatakan, "Hal yang paling membuatku kecewa adalah jumlah lemparan yang terlalu banyak sehingga aku tidak bisa menyelesaikan inning yang panjang." Namun, ia juga menyatakan kepuasan atas kemampuannya menghadapi situasi sulit di awal pertandingan dan keberhasilan meraih strikeout. "Forkball-ku tampil baik hari ini," tambahnya.

Namun, kontroversi muncul ketika Nimmo, yang berada di base kedua, terlihat melakukan gerakan tertentu setiap kali Sasaki akan melempar, khususnya saat melempar splitter. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa Nimmo mungkin menginformasikan jenis lemparan kepada rekan-rekannya. Seorang blogger mengklaim, "Rangers tampaknya mencoba sesuatu yang berbeda terhadap Sasaki. Gerakan Nimmo bervariasi tergantung pada jenis pitch." Jurnalis Fabian Ardaya dari The Athletic juga menambahkan bahwa gerakan Nimmo terlihat seperti sinyal yang jelas.


Menariknya, meskipun ada dugaan pencurian sinyal tersebut, Sasaki tetap mampu meraih strikeout melawan tiga pemukul Texas, yakni Corey Seager, Jake Burger, dan Joc Pederson, dengan sukses. Ini justru menambah nilai lebih pada potensi Sasaki sebagai pitcher. Di media sosial, banyak penggemar yang terkejut, dengan komentar seperti, "Mereka tahu jenis pitch yang akan dilempar, tetapi tetap tidak bisa memukulnya," dan "Jika dia bisa stabil dengan fastball-nya, dia akan menjadi pitcher yang luar biasa."

Sesuai dengan peraturan MLB, tindakan pemain base kedua memberikan sinyal kepada pemukul tidaklah ilegal. Meskipun sistem pitchcom telah mengurangi kemungkinan pencurian tanda dari catcher, memahami kebiasaan pitcher dan menyampaikannya kepada pemukul tetap diperbolehkan. Sasaki sebelumnya menghadapi kritik serupa dalam pertandingan melawan Washington Nationals, di mana catcher Dalton Rushing mencatatkan bahwa kebiasaan jenis pitch mungkin telah terbaca.

Chad Moriya dari Dodgers Digest mencatat, "Yang menarik adalah bahwa semua situasi berakhir dengan strikeout. Kemungkinan pemukul menjadi terlalu agresif karena mereka berpikir mereka tahu jenis pitch, bahkan ketika Sasaki tidak melempar dengan kontrol yang sempurna."

Manajer Dodgers, Dave Roberts, juga mengomentari performa Sasaki, mengatakan bahwa meskipun ada kemajuan yang terlihat, ada tantangan yang harus dihadapi. Dia menyebut, "Hal positif adalah tim masih bisa mempertahankan alur permainan hingga dia diganti. Namun, melihat kemampuan strikeout-nya, dia seharusnya bisa menyelesaikan lebih banyak inning. Sebagai pitcher starter, dia perlu bertanggung jawab untuk setidaknya 5 inning. Pada situasi tertekan, dia mampu melempar dengan baik, tetapi penting untuk menangkap alur permainan lebih awal. Mengurangi walk yang tidak perlu akan membuat pitching-nya jauh lebih efisien."

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait