Konser BTS baru-baru ini mengungkapkan kekurangan tempat konser di Korea Selatan.
- Rabu, 15 April 2026 - 01:37 WIB
WowKeren - Konser terbaru BTS yang digelar di Goyang Sports Complex pada 9 April 2026 telah menarik perhatian terhadap masalah serius dalam industri hiburan langsung di Korea Selatan—kekurangan venue konser besar yang layak. Meskipun menjadi salah satu grup terbesar di dunia, BTS terpaksa memulai tur dunia mereka di stadion tua yang tidak memiliki atap, yang terletak di pinggiran Seoul dan telah lama mengalami kesulitan finansial.
Dengan permintaan global untuk K-Pop yang terus meningkat, agensi-agensi terkait mengaku tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan tempat-tempat terbatas seperti Goyang Sports Complex. Pada akhir pekan yang hujan, para penggemar BTS dari seluruh dunia berkumpul di Goyang City, meskipun stadion tersebut jauh dari venue glamor yang akan mereka gunakan dalam pertunjukan mendatang.
Park Ji Hye, petugas yang bertanggung jawab atas penyewaan Goyang Sports Complex yang dapat menampung 40.000 penonton, menyatakan, "Agensi-agensi yang mewakili bintang K-Pop mengatakan ini adalah satu-satunya pilihan yang ada, dan mereka mengeluh tidak memiliki tempat lain untuk pergi." Menurut laporan dari The New York Times, Korea Selatan yang sedang berkembang pesat dalam industri K-Pop, ternyata masih kekurangan venue yang memadai untuk pertunjukan budaya populer.
Goyang Sports Complex, yang menjadi lokasi konser pertama BTS, jelas menunjukkan paradoks yang dihadapi Korea Selatan. Meski negara ini telah mengembangkan industri musiknya menjadi bisnis bernilai miliaran dolar, mereka belum mampu membangun cukup banyak venue untuk memenuhi kebutuhan para bintang. Beberapa alasan yang dikemukakan mencakup meningkatnya permintaan tiket, biaya modal yang tinggi, kekurangan lahan, serta hambatan hukum dan birokrasi yang rumit.
Di seluruh dunia, kota-kota besar juga menghadapi kekurangan infrastruktur konser. Namun, di wilayah metropolitan Seoul yang berpenduduk 26 juta, popularitas musik langsung semakin meningkat, sehingga kekurangan venue menjadi semakin terasa. Data pemerintah menunjukkan bahwa penjualan tiket konser secara nasional tahun lalu mencapai rekor tertinggi sebesar $1,2 miliar (sekitar 1,6 triliun KRW), meningkat sebesar 19% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penutupan venue besar baru-baru ini semakin memperburuk kekurangan tersebut. Jamsil Olympic Main Stadium yang berkapasitas 70.000 kursi, yang telah menjadi tuan rumah konser besar, sedang dalam renovasi hingga setidaknya bulan Desember tahun ini. Sementara itu, Seoul World Cup Stadium dengan kapasitas 66.000 kursi juga mengalami pengurangan pemesanan konser akibat keluhan bahwa instalasi panggung merusak rumput yang digunakan oleh tim sepak bola profesional.
Saat ini, sebuah venue baru yang dapat menampung 28.000 penonton sedang dalam tahap pembangunan di Seoul, dengan target penyelesaian tahun depan. Namun, hingga saat itu, venue-venue kecil terpaksa digunakan sebagai alternatif, meskipun tidak memadai karena industri konser biasanya memerlukan tempat dengan lebih dari 30.000 kursi untuk memastikan profitabilitas.
Kekurangan venue ini juga menyebabkan beban finansial yang semakin berat bagi penggemar. Dalam sebuah pertemuan penggemar untuk boy group NCT Wish di Seoul, seorang penjual tiket menjelaskan kepada pembeli bahwa gymnasium dalam ruangan yang dapat menampung 11.000 penonton terlalu kecil untuk memenuhi permintaan, sehingga harga tiket menjadi melambung. Salah satu pembeli mengaku membayar sekitar ₩400.000 KRW (sekitar $271 USD), hampir empat kali lipat dari harga asli.
Menurut para ahli industri, penggemar Korea bahkan kehilangan kesempatan untuk menyaksikan konser mega dari bintang pop global. Promotor Yoon mengungkapkan bahwa Madonna dan Adele tidak mengunjungi Korea selama tur Asia mereka di tahun 2010-an karena kurangnya venue besar yang memadai. Dengan alasan yang sama, para ahli menyatakan bahwa Taylor Swift juga tampil di Tokyo, tetapi tidak di Seoul selama tur Asia 2024-nya.
Di tengah situasi ini, stadion sepak bola yang sebelumnya diabaikan, Goyang Sports Complex, secara paradoksal telah bertransformasi menjadi venue konser yang sangat dicari. Setelah hampir tidak terpakai selama 20 tahun pertama, stadion ini telah menjadi tuan rumah bagi artis global seperti BLACKPINK, Coldplay, Oasis, dan Travis Scott dalam dua tahun terakhir. Meskipun stadion telah mengalami renovasi untuk memperbaiki infrastruktur manajemen kerumunan, seperti jembatan pejalan kaki dan rute bus antar-jemput, masih banyak kekurangan yang harus diatasi.
Para pengunjung mengeluhkan bahwa perjalanan dari beberapa bagian Seoul memakan waktu lebih dari satu jam. Ada juga kendala lingkungan, seperti keberadaan sebuah sekolah menengah yang terletak tepat di sebelah stadion. Selama latihan BTS pada tanggal 9 April, yang bertepatan dengan jam sekolah, sistem suara penuh tidak dapat digunakan. Park menjelaskan bahwa BTS harus berlatih menggunakan volume monitor in-ear yang hanya dapat didengar oleh para performer dan staf.
Di malam hari, karena keterbatasan stadion yang tidak memiliki atap, BTS terpaksa tampil di tengah hujan lebat. “JUNGKOOK basah kuyup di bawah hujan, namun tetap menyajikan vokal yang emosional meskipun dalam kondisi yang sulit. Itu adalah vokalis utama BTS!” tulis akun Twitter JUNGKOOK BASE.
Masalah ini semakin parah seiring dengan renovasi stadion-stadion besar atau pembatasan konser, sehingga hanya tersisa sedikit opsi yang dapat menangani kerumunan besar. Akibatnya, persaingan untuk pemesanan semakin ketat, harga tiket melambung tinggi, dan bahkan bintang-bintang super global memilih untuk tidak tampil di Korea akibat kurangnya infrastruktur. Keterlambatan yang terus berlanjut dalam pembangunan arena baru, yang disebabkan oleh sengketa hukum, masalah pendanaan, dan rintangan birokrasi, semakin memperdalam masalah ini, dengan beberapa proyek kini terpaksa ditunda hingga tahun 2030. Sementara itu, venue-venue lama seperti Goyang Sports Complex telah menjadi pilihan default, meskipun jelas terdapat keterbatasan seperti waktu perjalanan yang panjang, sistem suara yang terbatas, dan paparan terhadap kondisi cuaca.
(wk/timw)