Industri Hiburan Korea Bersatu Hadapi Masalah Bayaran Tak Terbayar untuk Kim Soo-mi
Instagram/Kim Soo-mi/Instagram
Selebriti

Industri hiburan Korea bersatu untuk menuntut pembayaran bagi Kim Soo-mi yang belum diterima.

WowKeren - Industri hiburan Korea kini bersatu untuk melawan perusahaan produksi yang dituduh tidak membayar honor Kim Soo-mi setelah penampilannya di berbagai program sebelum ia meninggal dunia pada Oktober 2024. Masalah ini telah berlarut-larut selama hampir dua tahun dan menimbulkan perhatian mengenai kepatuhan kontrak dan penghasilan para seniman.

Konflik ini muncul karena Kim Soo-mi belum menerima pembayaran atas penampilannya di acara-acara, termasuk musikal 'My Mother's Home' yang diproduksi oleh perusahaan seperti Rebite United. Total utang untuk satu produksi diperkirakan mencapai sekitar 150 juta won (sekitar $100,000 USD), dan upaya mediasi masih berlangsung setelah keluarganya mengajukan permintaan tersebut.

Pada 13 April, Komite Penghargaan dan Etika Disiplin Asosiasi Manajemen Hiburan Korea dan Serikat Aktor Penyiaran Korea mengeluarkan pernyataan bersama terkait praktik 'nonpayment' yang terus berlangsung. Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan, 'Kami tidak bisa mengabaikan situasi ini.'


Selain itu, pernyataan tersebut menyoroti kewajiban yang ada dalam kontrak, dengan menyatakan bahwa 'pengajuan keluhan terkait honor yang belum dibayar adalah pengkhianatan terhadap prinsip itikad baik dalam kontrak,' dan menyebutnya sebagai 'tindakan yang mengganggu ketertiban serta tidak menghormati almarhum.'

Asosiasi juga menyiratkan kemungkinan tindakan penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan. Mereka menambahkan, 'Kami akan mengambil sanksi untuk mengatur kegiatan perusahaan produksi dan produser.' Serikat aktor mengusulkan solusi dengan menyatakan, 'Kami bersama-sama mendesak perusahaan produksi untuk mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini.'

Seperti dilaporkan oleh ChosunBiz, kelompok-kelompok tersebut memperingatkan bahwa jika mereka gagal mencapai kesepakatan, mereka dapat memberlakukan tindakan pengaturan yang lebih kuat, termasuk penalti terhadap kegiatan produksi. Dalam pernyataan bersama mereka, mereka menekankan bahwa 'Kami tidak akan tinggal diam mengenai situasi honor yang belum dibayar. Kami akan merespons secara aktif dan tegas untuk menyelesaikan masalah ini.'

Kontroversi ini telah menarik perhatian lebih besar terhadap isu sistemik dalam industri hiburan, terutama mengenai keterlambatan atau tidak dibayarnya kompensasi. Saat organisasi-organisasi tersebut mendorong akuntabilitas, kasus ini diharapkan dapat mempengaruhi diskusi yang sedang berlangsung tentang perlindungan hak-hak seniman dan memastikan perlakuan yang adil di seluruh sektor.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!