Makna Mendalam Buku Yasin Vidi Aldiano Karya Tara Basro
TMDB (Merged)/themoviedb.org
Selebriti

Tara Basro menciptakan buku Yasin untuk mengenang Vidi Aldiano, penuh makna dan kenangan.

WowKeren - Pada 21 April 2026, Tara Basro mengenang Vidi Aldiano dengan cara yang unik dan penuh makna melalui sebuah buku Yasin. Karya ini ditujukan untuk memperingati 40 hari kepergian Vidi, dan tidak hanya berfungsi sebagai media doa, tetapi juga sebagai tempat menyimpan kenangan.

Tara Basro mengekspresikan keinginannya untuk membuat sesuatu yang merepresentasikan sosok Vidi Aldiano. Dalam unggahan Instagram Story-nya, ia menuliskan, “Mimpi apa gue harus bikin buku Yasin tapi ada nama lo di dalamnya.” Pernyataan ini menunjukkan kedekatan emosional Tara dengan Vidi dan bagaimana ia ingin menghormatinya.

Buku Yasin yang diciptakan Tara memiliki desain yang mencolok dengan warna biru, yang merupakan warna favorit Vidi. Pada sampul buku, tertulis nama “Vidi” yang dipadukan dengan ornamen not balok, simbol yang sangat tepat untuk menggambarkan perjalanan hidupnya sebagai seorang musisi. Di bagian bawah, tertera nama lengkapnya, Oxavia Aldiano, yang menghubungkan dua sisi dirinya: sebagai publik figur dan sebagai pribadi yang dekat dengan orang-orang terkasih.

Lebih dari sekadar buku doa, buku Yasin ini juga memiliki halaman kosong yang sengaja dibiarkan terbuka. Hal ini dimaksudkan agar orang-orang yang mengenang Vidi dapat menuliskan kenangan, memasukkan foto, atau menggambar sesuatu yang dapat membangkitkan kenangan bersama Vidi. Tara menjelaskan, “Dari awal kebayang mau buku yang menggambarkan Vidi, sesuatu yang kalau dibuka, orang bisa sedikit menemukan lo di sana.”


Proses pembuatan buku Yasin ini juga menjadi bagian dari perjalanan emosional bagi Tara. Ia menekankan bahwa karya ini bukan hanya tentang desain, tetapi juga merupakan proses belajar untuk merelakan. “Lewat buku ini, gue merasa lo lagi ngingetin gue kalau kesempurnaan itu cuma milik Tuhan. Si perfeksionis ini harus belajar menerima kalau enggak semuanya harus sempurna untuk bisa berarti,” tulisnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa buku Yasin ini adalah refleksi personal tentang kehilangan dan penerimaan.

Pembuatan buku Yasin ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 40 hari wafatnya Vidi Aldiano. Sebelumnya, keluarga dan penggemar yang dikenal sebagai Vidiis juga menggelar aksi tebar ikan di sekitar makam Vidi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diadakan sebagai simbol bahwa kenangan dan nilai-nilai yang ditinggalkan Vidi terus mengalir dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Vidi Aldiano, yang lahir pada 29 Maret 1990, meninggal dunia pada 7 Maret 2026 setelah berjuang melawan kanker ginjal selama kurang lebih enam tahun. Meskipun sudah tiada, karya seperti buku Yasin ini menunjukkan bahwa kenangan terhadap Vidi akan selalu hidup—tidak hanya dalam ingatan, tetapi juga dalam karya yang bisa disentuh dan dirasakan.

Desain sederhana dari buku Yasin ini menyimpan pesan bahwa kehilangan tidak selalu harus dirayakan dengan kesempurnaan, melainkan dengan kejujuran dan ketulusan. Karya ini menjadi sebuah pengingat bagi semua orang tentang pentingnya menghargai kenangan dan mencintai dengan tulus.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait