Liu Yu Ning menyoroti pentingnya beradaptasi dengan AI dalam industri hiburan.
- Rabu, 22 April 2026 - 09:06 WIB
WowKeren - Pada 20 April 2026, CEO iQIYI, Gong Yu, mengumumkan bahwa lebih dari seratus artis telah memberikan izin penggunaan citra mereka untuk produksi film dan televisi berbasis AI. Dalam konteks ini, wawancara Liu Yu Ning yang diunggah dua bulan lalu kembali menarik perhatian, di mana ia membahas dampak AI terhadap industri film dan musik.
Dalam wawancara tersebut, Liu Yu Ning mengungkapkan bahwa ia belum pernah mencoba mencari namanya sendiri menggunakan AI. Namun, ia rutin menggunakan berbagai alat AI untuk membantu dalam musik dan produksi film. Ia bahkan mengaku telah menciptakan serial animasi berbasis AI setelah satu hari bekerja keras. Ia menyatakan, “Saya sangat menikmati penelitian tentang teknologi terkini, termasuk produk elektronik. Ketika musik AI muncul, saya langsung terjun untuk mempelajarinya. Menurut saya, kita harus mengikuti perkembangan zaman.”
Ketika ditanya mengenai lagu “Not Going to School” yang ia buat dengan bantuan AI, Liu Yu Ning mengonfirmasi, “Tentu saja. Ya, dan hasilnya sangat bagus. Itu menunjukkan betapa kuatnya AI.” Ia pun menegaskan bahwa ia tidak keberatan dengan musik yang dihasilkan oleh AI, meskipun ada pertanyaan apakah hal tersebut akan mengancam pekerjaan para seniman.
Liu Yu Ning menambahkan, “Apakah itu mengancam pekerjaan kita atau tidak, itu adalah hal lain. Namun, ini adalah tren zaman. Mustahil untuk menghentikan masa depan, dan kita tidak bisa terus berpegang pada cara lama. Pikirkan saja. AI sudah berkembang sejauh ini. Tak ada yang tahu seperti apa industri film dan TV dalam setahun ke depan.”
Ia juga mencatat ketidakpastian yang ada dalam memilih proyek di masa depan. “Jika saya memilih proyek, mungkin saya perlu menghindari hal-hal yang sudah bisa dilakukan oleh AI dan mempertimbangkan kemampuan AI — dan apakah yang saya lakukan adalah sesuatu yang tidak bisa digantikan.”
Di akhir wawancara, Liu Yu Ning menyampaikan renungannya mengenai nilai kemanusiaan, “Saya rasa manusia seharusnya tidak terlalu percaya diri dengan menganggap diri mereka begitu istimewa sehingga tidak ada yang bisa menggantikan mereka.”
(wk/timw)