RM BTS dilaporkan terlihat merokok di area larangan saat berada di Shibuya.
- Kamis, 23 April 2026 - 03:04 WIB
WowKeren - RM dari BTS kembali menjadi sorotan setelah sebuah laporan dari majalah mingguan Jepang, Shukan Bunshun, mengklaim bahwa ia terlihat merokok di area larangan saat mengunjungi Shibuya. Insiden ini terjadi ketika RM mengunjungi sebuah bar dan tempat minum di kawasan tersebut.
Menurut artikel yang dipublikasikan, RM terlihat merokok beberapa kali di zona yang ditetapkan sebagai area larangan merokok. Hal ini menuai perhatian dan kritik dari publik, mengingat kepatuhan terhadap peraturan merokok di tempat umum menjadi isu penting di Jepang.
Shukan Bunshun mengungkapkan bahwa para petugas keamanan di lokasi tersebut telah melaporkan bahwa RM tidak hanya merokok di area terlarang, tetapi juga membuang puntung rokok sembarangan. Kejadian ini memicu reaksi dari para penggemar dan netizen yang mulai membahas etika dan tanggung jawab publik dari seorang selebriti sekelas RM.
Berikut video yang diunggah mengenai laporan ini:
Melihat dampak berita ini, banyak penggemar yang merasa kecewa dengan tindakan RM. Salah satu penggemar mengatakan, "Sebagai seorang idol, ia seharusnya menjadi teladan bagi banyak orang, terutama dalam hal kepatuhan terhadap peraturan."
Di sisi lain, ada juga penggemar yang membela RM, dengan alasan bahwa beliau adalah manusia biasa yang memiliki hak untuk bebas berperilaku. Namun, situasi ini menunjukkan betapa besar perhatian yang diberikan kepada para idol K-Pop, di mana setiap tindakan mereka bisa menjadi bahan perdebatan.
Terlepas dari kontroversi ini, RM tetap menjadi sosok yang dicintai penggemar, dan mereka berharap insiden ini tidak akan mempengaruhi kariernya di masa depan. Dalam dunia K-Pop yang sangat kompetitif, setiap langkah yang diambil oleh para artis selalu diperhatikan dengan seksama, baik oleh penggemar maupun media.
Dengan demikian, situasi ini menjadi pengingat akan tanggung jawab yang datang bersama dengan ketenaran. Bagaimana tanggapan RM terhadap situasi ini masih belum diketahui, dan banyak yang menunggu pernyataan resmi dari agensinya.
(wk/timw)