Syekh Ahmad Al Misry memberikan klarifikasi terkait tuduhan pelecehan seksual yang dialaminya.
- Kamis, 23 April 2026 - 15:01 WIB
WowKeren - Syekh Ahmad Al Misry, seorang pendakwah terkenal, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah dituding melakukan pelecehan seksual sesama jenis. Menanggapi tuduhan tersebut, ia memberikan klarifikasi melalui video yang diunggah di Instagram miliknya, menjelaskan bahwa ia berada di luar negeri saat peristiwa itu terjadi.
Dalam video klarifikasinya, Syekh Ahmad Al Misry menyatakan bahwa ia berangkat ke Mesir pada 15 Maret 2026 untuk mendampingi ibunya yang sedang sakit dan menjalani operasi pada 17 Maret 2026. Ia menekankan, "Saya Syekh Ahmad Al Misry berangkat ke Mesir pada tanggal 15 Maret 2026, saya tiba di Mesir tanggal 16 Maret 2026 karena mendampingi ibunda yang sedang sakit dan menjalani operasi pada tanggal 17 Maret 2026."
Syekh Ahmad Al Misry menjelaskan lebih lanjut bahwa ia baru menerima panggilan dari pihak kepolisian pada 30 Maret 2026, setelah berada di Mesir selama sekitar 15 hari. "Saya mendapatkan panggilan kepolisian pada tanggal 30 Maret 2026, maka panggilan kepolisian datang sesudah saya berada di Mesir kurang lebih sekitar 15 hari," lanjutnya.
Meskipun berada di luar negeri, ia menyatakan tetap kooperatif dengan memberikan kesaksian kepada pihak berwajib. Meskipun namanya terjerat dalam tuduhan, Syekh Ahmad Al Misry menegaskan bahwa statusnya dalam kasus ini adalah sebagai saksi, bukan tersangka. "Alhamdulillah saya panggilan kepolisian ini sebagai saksi dan bukan sebagai tersangka sebagaimana dibayangkan atau disebarluaskan oleh banyak orang," tegasnya.
Dalam video yang sama, ia juga membantah tuduhan yang menyebutkan bahwa ia telah melakukan pelecehan seksual terhadap santri. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak sesuai dengan fakta. Ia menyampaikan, "Tuduhan pelecehan kepada santri itu tidak benar adanya, maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak berwenang dan juga ada saksi-saksinya."
Syekh Ahmad Al Misry juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang mengaku mengenalnya tetapi justru menyebarkan informasi yang tidak benar. Ia berharap publik bisa lebih bijak dalam memilah informasi yang terkait dengan dirinya. "Disayangkan banyak dai-dai yang menyebarkan fitnah-fitnah tersebut tanpa tabayyun kepada saya, padahal nomor kontak saya ada sama mereka," pungkasnya.
(wk/timw)