Nam Jihyun menceritakan pengalaman mengatasi 'celebrity disease' setelah debut.
- Jumat, 05 Juni 2026 - 15:33 WIB
WowKeren - Nam Jihyun, mantan anggota 4Minute, berbagi cerita tentang bagaimana ia mengatasi 'celebrity disease' yang dialaminya setelah debut bersama grupnya. Dalam video terbaru berjudul 'She earned 11 certifications ... Why 4Minute's Nam Jihyun became a Barre instructor' yang diunggah di kanal Youtube '1ma2c', Jihyun mengungkapkan perubahannya setelah meninggalkan dunia hiburan dan berkarir sebagai instruktur Barre.
Dalam video tersebut, Nam Jihyun mengungkapkan, "Saat kami mempromosikan lagu debut, saya menyadari di usia yang sangat muda bahwa tidak ada yang gratis di dunia ini dan semua penghargaan hanya bisa didapatkan melalui kerja keras." Ia juga mengatakan, "Saya selalu berada dalam lingkungan dimana kami terus dibandingkan dengan orang lain. Ironisnya, saya belajar untuk mengevaluasi diri secara objektif melalui proses di mana kesuksesan ditentukan oleh peringkat."
Jihyun kemudian mengakui, "Saya dulu memiliki 'celebrity disease'. Lagu debut kami langsung menjadi hit. Ketika 'Hot Issue' meraih tempat pertama di acara musik, saya terjebak dalam ilusi bahwa segala sesuatu yang saya sentuh akan berhasil. Saya salah percaya itu semua karena keunggulan saya."
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa rekan-rekan 4Minute lah yang mengingatkannya tentang 'celebrity disease' tersebut, dengan mengatakan, "Saya sangat berterima kasih kepada anggota lain karena mereka bilang, 'Unnie, staf mengatakan bahwa kamu terkena 'celebrity disease'.' Pada saat itu, saya hanya memikirkan dari sudut pandang saya sendiri dan mengatakan hal-hal seperti, 'Saya tidak ingin melakukan ini.' Saya berterima kasih kepada mereka karena telah memberi tahu saya dan segera memperbaiki sikap saya."
Saat mengingat kembali, Nam Jihyun merenungkan, "Saya selalu orang yang cukup langsung, tetapi saya rasa akan lebih baik jika saya memiliki pola pikir, 'Terima kasih telah memberi saya kesempatan ini.'" Ia menambahkan, "Saya masih kekanak-kanakan saat itu. Di dalam hati, saya berpikir bahwa saya baik dalam segala hal. Saya hampir menjadi monster."
(wk/timw)