Mark Lee muncul di publik setelah kontroversi, namun mendapat reaksi negatif dari fans.
- Jumat, 26 Juni 2026 - 09:32 WIB
WowKeren - Pada 26 Juni 2026, Mark Lee, anggota NCT, membuat penampilan publik pertamanya setelah terlibat dalam kontroversi terkait bendera Konfederasi. Penampilannya di bandara untuk jadwal luar negeri ini menjadi sorotan, terutama setelah dia terlihat tersenyum dan melakukan aegyo di hadapan para wartawan.
Mark Lee sebelumnya menuai banyak kritik setelah foto-fotonya muncul mengenakan kaos dengan simbol bendera Konfederasi, yang dianggap sebagai simbol kontroversial dan berkonotasi negatif. Tak lama setelah itu, dia juga memposting video di Instagram yang menunjukkan dirinya melakukan tantangan dengan lirik yang dianggap misoginis, yang semakin memperburuk situasi.
Di bandara, Mark Lee tampak ceria dan menyapa para penggemarnya dengan mengambil surat dan bunga yang diberikan oleh mereka. Momen tersebut terlihat manis, namun tidak semua penggemar merespons positif. Banyak di antara mereka yang merasa kecewa dan marah, karena mereka beranggapan bahwa Mark seolah-olah mengabaikan kontroversi yang sedang berlangsung.
Salah satu penggemar mengekspresikan kekecewaannya di media sosial, menulis, "Ini tidak terlihat baik untukmu, Mark. Ini bukan sesuatu yang akan dilupakan orang begitu saja, dan kehadiranmu seolah menunjukkan bahwa tidak ada yang terjadi, yang akan merusak citramu lebih jauh."
Penggemar lainnya juga menambahkan, "Apakah Mark benar-benar membiarkan dirinya terlihat seperti seorang rasis dan supremasi kulit putih?" Sementara itu, beberapa penggemar juga membandingkan perlakuan Mark dengan anggota grup lainnya yang tidak terlibat dalam skandal, seperti Haechan, yang pernah mendapatkan perlakuan kasar di publik hanya karena rumor kencan.
Berikut adalah beberapa unggahan dari penggemar yang menangkap momen kedatangan Mark Lee di bandara:
Reaksi terhadap kehadirannya sangat beragam. Banyak penggemar yang merasa bingung dan kecewa, mempertanyakan sikapnya yang tampak santai di tengah situasi yang memicu banyak perdebatan. Sementara itu, situasi ini menunjukkan betapa ketatnya pengawasan dan pandangan publik terhadap idola K-Pop, di mana setiap tindakan mereka bisa berpengaruh besar terhadap citra dan karir mereka.
Kontroversi ini tentu menjadi pelajaran bagi Mark Lee dan juga bagi industri K-Pop secara keseluruhan, tentang pentingnya kesadaran akan simbol-simbol yang dapat menimbulkan reaksi negatif, serta bagaimana setiap tindakan dapat berpengaruh pada pandangan publik.
(wk/timw)