Dalam lantunan melodi "Bias Warna", Ebiet G. Ade melukiskan sebuah gambaran mendalam tentang kontras antara perasaan yang bergejolak di dalam diri dan ekspresi yang terlihat dari luar. Liriknya yang puitis mengungkap bahwa sering kali warna-warna dalam penampilan kita tidak merefleksikan keadaan batin yang sebenarnya. Warna kebiruan, yang biasanya dikaitkan dengan kasih sayang, dapat diartikan keliru, sementara warna hitam yang menandakan kegelapan mungkin menyembunyikan sisi gelap yang berusaha ditutup-tutupi.
Bias Warna Lyrics
Ebiet G. Ade
Warna dalam gugusan alis mata
sering terbaca menyesatkan
Sementara di dalam bergejolak,
di luarnya justru seperti bisu
Biru membersitkan kasih yang tulus
Kadang ditafsirkan keliru
Pergumulan yang sengit dengan hidup
Memaksa kita sering pura-pura
Sapuan kuas, nyanyian puisi harus lahir
dari renungan, mengendap di jiwa
dan tuangkan sejujurnya
Rindu, dendam, kata hati
mesti diterjemahkan dalam bahasa yang jernih
Hitam menenggelamkan sisi gelap
Mata sering terpaksa berlagak buta
Sapuan kuas, nyanyian puisi harus lahir
dari renungan, mengendap di jiwa
dan tuangkan sejujurnya
Rindu, dendam, kata hati
mesti diterjemahkan dalam bahasa yang jernih
Marah, luka, duka jiwa
mesti ditumpahkan dengan suara lantang
ho ho ho ho ho ho ho ho
ho ho ho ho ho ho ho ho
sering terbaca menyesatkan
Sementara di dalam bergejolak,
di luarnya justru seperti bisu
Biru membersitkan kasih yang tulus
Kadang ditafsirkan keliru
Pergumulan yang sengit dengan hidup
Memaksa kita sering pura-pura
Sapuan kuas, nyanyian puisi harus lahir
dari renungan, mengendap di jiwa
dan tuangkan sejujurnya
Rindu, dendam, kata hati
mesti diterjemahkan dalam bahasa yang jernih
Hitam menenggelamkan sisi gelap
Mata sering terpaksa berlagak buta
Sapuan kuas, nyanyian puisi harus lahir
dari renungan, mengendap di jiwa
dan tuangkan sejujurnya
Rindu, dendam, kata hati
mesti diterjemahkan dalam bahasa yang jernih
Marah, luka, duka jiwa
mesti ditumpahkan dengan suara lantang
ho ho ho ho ho ho ho ho
ho ho ho ho ho ho ho ho
