"Pawana Sampaikanlah Rasa" karya Siti Nurhaliza hadir sebagai sebuah mahakarya lirik yang mengisahkan tentang kerinduan dan penantian yang tak kunjung berujung. Lagu ini dibuka dengan gambaran tentang sosok yang dicintai, yang digambarkan sebagai seseorang yang berbudi luhur dan memiliki aura yang memikat. Penulis lirik pun menggunakan metafora yang indah untuk melukiskan perjalanan cinta yang penuh rintangan dan ketidakpastian, layaknya tanaman labu yang menjalar mencari pegangan di antara debu jalanan.
Pawana Sampaikanlah Rasa Lyrics
Siti Nurhaliza
Orang berbangsa
Pancarnya telus ke hati
Orang yang mulia
Di hati kita
Bau harum di pagar berduri
Langkah menuju
Biasku jadi tak menentu
Ibaratnya labu
Menjalar ke hulu
Berdebu menuju yang satu
Gemerlapan cincin di jari
Memetik kecapi suaranya menawan
Cantik budi nampak berseri
Tentu ramai hati nan tertawan
Langit membisu
Kilat memancar
Hujan tak jadi
Songket kulipat retaknya seribu
Hiasan kasih
Kekal nan abadi
Pancarnya telus ke hati
Orang yang mulia
Di hati kita
Bau harum di pagar berduri
Langkah menuju
Biasku jadi tak menentu
Ibaratnya labu
Menjalar ke hulu
Berdebu menuju yang satu
Gemerlapan cincin di jari
Memetik kecapi suaranya menawan
Cantik budi nampak berseri
Tentu ramai hati nan tertawan
Langit membisu
Kilat memancar
Hujan tak jadi
Songket kulipat retaknya seribu
Hiasan kasih
Kekal nan abadi
