Trending

Hiburan

Adelin Lis menjadi buron sejak terlibat kasus pembalakan liar tahun 2006 silam. Buron 10 tahun lebih, Adelin Lis terungkap berada di Singapura namun gagal dijemput paksa Kejaksaan Agung.

Jun 17, 2021 14:20

Aparat hukum Indonesia akhirnya berhasil menemukan keberadaan Adelin Lis, salah satu buronan yang sudah kabur selama 10 tahun sejak terlibat dalam kasus pembalakan liar di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Adelin, yang menggunakan paspor palsu atas nama Hendro Leonardi, ternyata berada di Singapura.

Kejaksaan Agung pun berusaha menjemput langsung sang buronan namun malah dimentahkan oleh Kementerian Luar Negeri Singapura. Kemlu Singapura mengutip aturan hukum negaranya, yakni Adelin Lis hanya bisa dideportasi dengan pesawat komersial.

"Bahkan putra Adelin Lis menyurati Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar ayahnya diizinkan untuk pulang sendiri ke Medan dan akan datang ke Kejaksaan Negeri Medan," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kamis (17/6). "Adelin Lis bahkan sudah memesan tiket ke Medan untuk penerbangan 18 Juni 2021."

Namun permintaan keluarga Adelin Lis ini pun ditolak oleh Kejagung RI yang berharap agar sang buron bisa dijemput oleh aparat hukum Indonesia. Namun upaya Kejagung malah menemui jalan buntu lantaran Kemlu menegaskan peraturan mereka perihal deportasi menggunakan pesawat komersial.

Menurut Leonard, Jaksa Agung Singapura sangat memahami urgensi permintaan pihaknya. Namun wewenang repatriasi, termasuk buron seperti Adelin Lis, berada di tangan Imigrasi Singapura (ICA) dan Kementerian Dalam Negeri Singapura.

  BACA JUGA...

Perihal penjemputan langsung Adelin Lis ini, ditegaskan Leonard, karena pengalaman buruk tahun 2006 lalu. "Pengalaman 2006, ketika Adelin Lis hendak ditangkap di KBRI Beijing, ia bersama pengawalnya melakukan perlawanan dan memukuli Staf KBRI Beijing dan melarikan diri," jelas Leonard.

Nama Adelin Lis sendiri mungkin tak seheboh Djoko Tjandra yang sebelumnya juga berhasil ditangkap setelah 10 tahun lebih menjadi buronan. Kasus pembalakan liar yang melibatkan Adelin Lis bermula tahun 2006 dan langsung direspons dengan kaburnya sang pengusaha ke Tiongkok.

September 2006, Adelin Lis tertangkap di KBRI Beijing saat hendak memperpanjang paspor. Ia lantas berpura-pura sakit lalu dibawa ke RS Sino Germany, yang ternyata menyimpan jebakan lantaran sebanyak 20 pengawalnya sudah bersiaga dan berujung memukuli keempat staf KBRI Beijing yang mendampingi Adelin Lis. Sang buron pun berhasil kabur lagi.

Beruntung Adelin Lis berhasil ditangkap dan dijatuhi tuntutan 10 tahun penjara pada Oktober 2007. Namun sebulan setelahnya Adelin Lis mendadak divonis bebas, sebuah putusan yang lalu dilawan lewat Kasasi Mahkamah Agung oleh kejaksaan.

Juli 2008, MA mengabulkan kasasi Adelin Lis dan berbuntut vonis 10 tahun penjara serta denda Rp1 miliar. Adelin Lis juga diminta membayar uang pengganti Rp119.802.393.040 dan USD2.938.556,24 subsider 5 tahun penjara.

Dari sinilah upaya pencarian Adelin Lis terus dilancarkan, termasuk dengan meminta bantuan Interpol. Baru pada Juni 2021 keberadaan Adelin Lis terungkap setelah Singapura mendapati sang buronan menggunakan data palsu di paspornya, yakni atas nama Hendro Leonardi.

(wk/elva)

Most Read

Pengadilan Bacakan Daftar Ahli Waris Ustaz Arifin Ilham, Sikap Ibunda Almarhum Disorot

Sep 22, 2021

Tukeran Hampers, Foto Bukti Larissa Chou Kagumi Kecantikan Henny Rahman Bikin Nyesek

Sep 21, 2021

Istri Ketiga Arifin Ilham 'Menghilang' Usai Isu Dicoret Jadi Pewaris, Jasa Pada Alvin Faiz Terkuak?

Sep 21, 2021

Lisa BLACKPINK Tampil Tanpa Poni Anti Badai, 'Dahi Jenong' Picu Perdebatan

Sep 20, 2021

Potret Lisa BLACKPINK dan MC 'Inkigayo' Jadi Perbincangan, Bak Dari Dunia Yang Berbeda?

Sep 21, 2021

Adegan Intim 'Squid Game' Picu Pro Kontra, Netizen Sebut Lebih Menjijikkan Dari Bagian Brutal

Sep 22, 2021

Adam Pacar Agnes Monica Dinyinyiri Usai Bocorkan 'Bulan Pernikahan', Masa Lalu 'Gagu' Terkuak

Sep 22, 2021

Alvin Faiz Tak Kunjung Audit Dana Umat, 'Bukti' Sang Ibunda Tahu Perselingkuhannya Terungkap

Sep 21, 2021

Latest News

Ashanty Tak Kuasa Tahan Air Mata Dengar Cara Azriel Hermansyah Ingin Balas Kebaikannya

Ditanya soal cita-cita, Azriel Hermansyah justru bahas soal caranya ingin membalas kebaikan Ashanty sontak bikin sang ibu sambung tak kuasa menahan air matanya.

Dihujat Usai Disentil Indro Warkop, Alfin Warkopi Santai Sebut 'Haters Make Me Famous'

Alfin Warkopi tanggapi santai hingga sebut para haters semakin membuat dirinya me jadi terkenal usai ramai dihujat karena disemprot Indro Warkop soal etika.

RS 'Banjir' COVID-19, Singapura Larang Layanan Besuk Pasien Mulai 24 September

Lonjakan kasus COVID-19 di komunitas RS, baik di tenaga kesehatan, staf, pasien, maupun penjenguk membuat Singapura mengambil langkah pengetatan mekanisme besuk.

Lucinta Luna Ikut Demam 'Squid Game', Video Kocak Tertembak Berkali-Kali Bikin Ngakak Banget

Lucinta Luna membagikan video kocak dengan latar serial 'Squid Game' yang tengah ramai diperbincangkan. Dalam video, Lucinta tampak mengelus perut buncitnya.

Melly Goeslaw Bangga Ciptakan Ost. 'Kadet 1947', Dapat Request Langsung dari Erick Thohir

Melly Goeslaw mengungkap rasa bangga dipercaya untuk membuat soundtrack film 'Kadet 1947'. Apalagi Melly mendapat permintaan langsung dari Erick Tohir untuk membuat lagu bertema nasionalisme.

Doa Salmafina untuk Sunan Kalijaga Hadapi Ayah Taqy Malik, Singgung Manipulasi Kasus

Sunan Kalijaga ikut membela istri siri ayah Taqy Malik yang mengaku menerima kekerasan seksual. Padahal Sunan Kalijaga diketahui pernah menjadi besan ayah Taqy Malik.

Kasus COVID-19 Pecah Rekor, Melbourne Australia Masih Harus Hadapi Aksi Protes Anti-Lockdown

Ratusan pengunjuk rasa telah turun ke jalanan Kota Melbourne sejak para pejabat memerintahkan penutupan lokasi pembangunan selama dua minggu dan mewajibkan vaksin COVID-19 bagi pekerja kontruksi pada awal pekan ini.

Sadar Umur, Kim Young Dae Cs Minta Maaf karena Berperan sebagai Anak Sekolahan di 'Penthouse'

Dalam episode spesial 'Penthouse' yang ditayangkan belum lama ini, pemeran anak-anak Istana Hera mengaku tidak enak berperan sebagai siswa sekolah. Seperti apa penuturan mereka?