John Travolta bersaksi jika paramedis Tarino Lightbourne dan senator Pleasant Bridgewater telah memerasnya melalui pengacara dan para penjaganya.
- Tim WowKeren
- Kamis, 01 Oktober 2009 - 13:55 WIB
WowKeren - Berselang seminggu setelah aktor John Travolta yang ditemani istrinya Kelly Preston menghadiri persidangan kasus pemerasan terhadap keluarganya, kali ini ia kembali berdiri di bangku saksi. Seperti dikutip dari Associated Press, hari Rabu 30 September, John bersaksi di persidangan bahwa paramedis telah mengancam akan menjual berita pada media massa yang menyebutkan kalau John bersalah atas kematian anaknya, Jett.
Dalam persidangan di Nassau, Bahama, tersebut, John mengatakan bahwa paramedis Tarino Lightbourne mengancam kalau dokumen yang bocor akan berakibat munculnya cerita buruk tentangnya, yakni secara implisit kematian anaknya merupakan sebuah kesengajaan dan ia dalam beberapa hal ikut andil atas kematian anaknya. Meskipun demikian, John mengaku jika ia tidak pernah dihubungi ataupun diancam secara langsung oleh Tarino maupun terdakwa lainnya, senator Pleasant Bridgewater.
Aktor film "The Punisher" tersebut lalu menjelaskan kalau ancaman yang disertai dengan permintaan uang sebesar 25 juta dolar tersebut selalu disampaikan melalui para penjaga dan pengacaranya. John mengatakan jika Tarino memiliki dokumen persetujuan yang ditandatangani oleh John ketika petugas medis datang untuk menyelamatkan nyawa putranya.
Kasus pemerasan ini bermula dari sebuah dokumen yang ditandatangani oleh John. Dokumen tersebut menyebutkan jika John menolak untuk membawa putranya ke rumah sakit setelah Jett ditemukan tidak sadarkan diri di kamar mandinya. Semula John menolak karena ia ingin segera membawa putranya ke bandara untuk mendapatkan perawatan medis di Florida. Namun, pada akhirnya John menemani Jett ke rumah sakit lokal di kepulauan Bahama tersebut.
Dalam persidangan pertama, John memberikan kesaksian seputar kematian putranya yang baru berusia 16 tahun tersebut. Dari kesaksian John tersebut kemudian terungkap bahwa Jett yang meninggal Januari lalu di kepulauan Bahama tersebut menderita autisme, seperti yang selalu dirumorkan selama ini.
(wk/)