Dalam berkas laporan yang dirilis oleh petugas penyelidik Los Angeles turut disebutkan pula bahwa Michael memang menderita vitiligo.
- Tim WowKeren
- Selasa, 09 Februari 2010 - 12:58 WIB
WowKeren - Setelah beberapa bulan misteri kematian Michael Jackson masih belum terungkap secara pasti, akhirnya hasil otopsi menunjukkan penyebab kematian sang King of Pop. Seperti dikutip dari Los Angeles Times, petugas penyelidik Los Angeles telah mengkonfirmasi bahwa Michael meninggal karena pengaruh propofol akut.
Hasil otopsi yang dirilis hari Senin tanggal 8 Februari membuktikan jika obat-obatan yang diberikan pada Michael tidak sesuai dengan standar yang seharusnya. Lebih jauh disebutkan kalau level anetesi yang diberikan dapat membuat seorang pasien yang akan menjalani operasi besar tidak sadarkan diri.
Selain itu, laporan setebal 51 halaman tersebut juga menyebutkan bahwa Michael memang menderita vitiligo, sejenis penyakit yang menyebabkan perubahan warna kulit. Dalam hasil penyelidikan ditemukan pula kalau bagian alis, bibir dan garis mata telah ditato oleh pelantun single "Billy Jean" tersebut.
Hasil otopsi tersebut dirilis setelah dokter pribadi Michael, Conrad Murray, dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan tanpa disengaja. Ia kemudian dibebaskan dengan membayar denda sebesar 75.000 dolar dan ia juga harus menyerahkan paspornya. Selain itu, hakim juga mengatakan kalau Conrad dilarang untuk memberikan obat penenang yang berbahaya dan dalam jumlah yang besar.
Michael meninggal dunia akibat gagal jantung di UCLA Medical Center, Los Angeles, tanggal 25 Juni 2009. Setelah kematiannya, ia dikabarkan meninggal karena penggunaan obat propofol yang dikombinasikan dengan berbagai macam jenis obat penenang lainnya yang sempat diminum Michael di hari kematiannya.
(wk/)