Menurut Chris Martin, ia dan personil lainnya lebih suka menggelar acara di tempat yang berbeda jika mereka dan Take That harus tampil di hari yang sama.
- Tim WowKeren
- Selasa, 14 Desember 2010 - 13:26 WIB
WowKeren - Coldplay ternyata ogah bersaing dengan grup musik terkenal seperti Take That. Meski sama-sama senior dan terkenal di Inggris, vokalis Coldplay, Chris Martin, mengaku tak ingin menggelar konser di hari yang sama dengan Take That.
"Lebih baik tak tampil di minggu yang sama dengan jadwal acara Take That," kata Chris pada BBC. "Saat ini, jika Gary Barlow berkata kalau dia mungkin akan bermain piano di hari tertentu, kami akan mengatakan, 'Baiklah, kami akan pergi dan bekerja di Jerman hari itu, tak ada gunanya kalau kami berada disini.'"
Menurut rencana, Coldplay kini tengah menggarap album baru mereka. Dalam pengerjaannya, grup band yang baru merilis single "Christmas Lights" ini telah menggandeng produser Brian Eno dan Marcus Dravs yang sebelumnya terlibat di album "Viva la Vida" (2008).
Ditambahkan Chris, album kelima tersebut akan mengusung konsep yang lebih bersifat pribadi. Adapun beberapa waktu lalu, Chris pernah mengungkapkan kalau album tersebut terilhami dari seni graffiti New York di era 70an dan gerakan pemuda White Rose yang menentang NAZI.
"Ide awal pembuatan album ini dari seni graffiti New York di era 70an dimana orang-orang mengekspresikan diri mereka melalui lukisan. Saya menghabiskan banyak waktu dalam hidup saya dengan bermain aman dan menyesuaikan diri pada sesuatu yang kadang tidak sesuai dengan diri saya. Jadi saya sangat menghargai orang-orang yang memiliki prinsip berbeda dengan saya," kata Chris. "Lalu ada pula gerakan White Rose yang mengilhami untuk mengekspresikan dirimu secara bebas meski dikelilingi hal-hal negatif. Album ini bermakna kebebasan untuk berani bicara terbuka dan mengikuti keinginanmu meski kadang semua orang terkesan menentang hal itu."
(wk/)