Beyonce dan Usher juga tampil dalam acara malam tahun baru keluarga diktator Libya, Muammar el-Qaddafi, dan mendapat bayaran sampai jutaan dolar.
- Tim WowKeren
- Senin, 28 Februari 2011 - 16:56 WIB
WowKeren - Krisis pemerintahan yang terjadi di Libya menyeret tiga nama musisi besar seperti Mariah Carey, Beyonce Knowles, dan Usher. Gara-garanya, mereka menghadiri undangan pesta tahun baru keluarga diktator brutal Libya, Kolonel Muammar el-Qaddafi, tahun 2009 dan 2010 lalu.
Mariah mendapat undangan putra Muammar el-Qaddafi, Seif al-Islam Gadhafi, untuk membawakan empat lagu dalam acara pesta malam tahun baru 2009 di St Barts, Kepulauan Karibia. Untuk empat lagu itu, Mariah mendapat bayaran 1 juta dolar. Pergantian tahun 2009 ke 2010, giliran Beyonce dan Usher yang memperdengarkan suara indahnya.
Mengetahui peran penyanyi top tersebut membuat pelaku bisnis musik menggeliat dan melayangkan kritikan pedas. Mereka merasa dunia bisnis musik telah tercoreng karena Mariah dkk telah tergiur bayaran mahal dan ikut menikmati uang rakyat Libya yang dijarah keluarga Muammar el-Qaddafi.
"Saat saya melihat Beyonce dan Usher dan siapa saja yang ikut berpesta dengan para penjahat Libya, orang-orang yang telah mencuri puluhan miliar dolar dari bangsa mereka," kata Howie Klein, mantan presiden Reprise Records kepada RollingStone. "Mereka semua kleptocracies, semua keluarganya mencuri uang. Dan bintang Amerika maupun Inggris yang sudah sangat kaya ikut mengambil bagian dalam acara keluarga itu, sungguh membuat saya ingin muntah."
David T. Viecelli, dari agen Arcade Fire setuju dengan pendapat Howie. Menurutnya, musisi besar harusnya lebih peka terhadap bayaran yang besar, apalagi jika melibatkan keluarga yang berkuasa dalam pemerintahan.
"Saya tidak ingin mengatakan Beyonce atau Mariah Carey berperilaku tidak etis, karena saya tidak tahu semua detil," ujar David. "Tetapi jika memang benar bahwa putra Muammar Qaddafi itu mengatakan, 'saya memiliki 50 juta dolar, datang dan menyanyilah untuk teman-teman saya', mereka sengaja menutup mata dan menerima uang itu. Itu sungguh tidak etis."
Mengenai kecaman dari pelaku bisnis musik tersebut, perwakilan ketiga musisi tersebut menutup mulut. Manajemen Mariah, Chris Lighty, memilih bungkam. Pimpinan AEG Live yang juga promotor konser Usher, Randy Phillips, dan manajemen perusahaan Beyonce tidak memberikan pernyataan.
(wk/)