Mariah mengingatkan kepada sesama musisi agar mencari tahu untuk siapa mereka melakukan pertunjukan supaya tak tersandung masalah kedepannya.
- Tim WowKeren
- Jumat, 04 Maret 2011 - 10:16 WIB
WowKeren - Beberapa hari lalu penyanyi asal Kanada ,Nelly Furtado, dikabarkan mengembalikan bayaran sebesar satu juta dollar atas penampilnya dalam acara yang dibuat keluarga diktator Libya, Muammar Gaddafi. Kini hal yang sama akan dilakukan Mariah Carey.
"Saya telah naif dan tak peduli untuk siapa saya tampil. Saya merasa ngeri dan malu karena terlibat dalam kekacauan ini," kata penyanyi berusia 41 tahun ini pada majalah People. "Untuk ke depannya, ini menjadi pelajaran untuk semua seniman. Kita harus lebih tanggap dan bertanggungjawab untuk siapa kita melakukan pertunjukan. Pada akhirnya sebagai seniman kita harus bertanggungjawab."
Saat ini, banyak rakyat Libya yang mengajukan protes atas kepemimpinan Muammar karena dinilai bermasalah. Kabarnya, lebih dari seribu rakyat Libya terbunuh di negara Afrika Utara sejak mereka menentang Muammar.
Mariah yang baru dianugerahi sepasang anak kembar sedang menulis sebuah lagu berjudul "Save the Day" untuk meningkatkan kesadaran tentang hak asasi manusia (HAM). Seperti yang diungkapkan sang juru bicara, Mariah akan menyumbangkan hasil penjualan lagu tersebut kepada organisasi yang mendukung HAM. Tak hanya itu, istri rapper-komedian Nick Cannon ini juga bersedia meluangkan waktu untuk mendukung penegakan HAM tersebut.
(wk/)