Armie yang memerankan karakter Dylan harus memecahkan misteri pembunuhan yang terjadi pukul "2:22" demi memperjuangkan cintanya yang datang pada kesempatan kedua.
- Tim WowKeren
- Selasa, 03 Mei 2011 - 10:45 WIB
WowKeren - Armie Hammer akan membintangi sebuah film thriller psikologis berjudul "2:22" yang diproduksi Lightstream Pictures. Film ini akan disutradarai Paul Currie, yang sebelumnya menggarap "One Perfect Day" (2004).
Armie aktor pendatang baru yang namanya melejit saat berperan sebagai Cameron Winklevoss/Tyler Winklevoss dalam "The Social Network". Aktor berusia 24 tahun itu masih menjalani syuting bersama Leonardo DiCaprio dalam film "J. Edgar" yang disutradarai Clint Eastwood. Ia juga mendapat peran sebagai Prince Alcott dalam "Snow White" yang disutradarai Tarsem Singh dengan bintang seperti Julia Roberts dan Lily Collins.
"Dari pertama membaca naskah, saya menyadari bahwa "2:22" adalah jenis proyek yang sangat langka," kata Paul yang juga Direktur Lightstream Pictures, seperti dikutip Coming Soon. "Ini sebuah film yang sangat sinematik, mendalam dan misterius. Penonton diberikan sensasi dari adegan pertama sampai terakhir." Film "2:22" akan diperkenalkan pada Festival Internasional Film Cannes yang akan digelar di Sidney, Australia, musim gugur nanti. Timeless Films akan menangani penjualan film tersebut untuk mendapatkan sponsor.
Pimpinan Timeless Films, Ralph Kamp, mengatakan bahwa "2:22" merupakan tren film tentang kecerdasan yang merangsang pemikiran. Film ini menjanjikan pengeluaran energi tingkat tinggi dan estetis menarik. Makanya, dia berharap bisa mendapat sambutan hangat dari pembeli di Cannes.
Paul mengangkat kisah ini berdasarkan naskah yang ditullis oleh Todd Stein dan Nathan Parker. Sementara Presiden Lightstream Pictures, Lawrence Inglee, menjadi produser bersama Bruce Davey dan Jackie O'Sullivan.
"2:22" adalah sebuah film tentang keterampilan dan thriller rollercoaster yang berpusat pada Dylan (Armie), seorang pengendali lalu lintas udara. Ia harus bertanggung jawab atas sebuah benturan di udara, disebabkan oleh cahaya silau misterius yang terjadi pada pukul "2:22". Kejadian aneh terus berlanjut yang membuat Dylan bertemu seseorang yang bisa menjelaskan kaitan kejadian itu bernama Sarah. Ternyata peristiwa itu memiliki kemiripan dengan pembunuhan ganda yang dilakukan generasi sebelumnya. Dylan pun bertekad memecahkan misteri "2:22" untuk mempertahankan cinta yang akhirnya datang pada kesempatan kedua.
(wk/)